Hasil Autopsi 3 Anak yang Tewas, Forensik Temukan Tanda-Tanda Hipoksia

Aris Wiyanto ยท Kamis, 22 Februari 2018 - 12:22 WIB
Hasil Autopsi 3 Anak yang Tewas, Forensik Temukan Tanda-Tanda Hipoksia
Kepala Instalasi RSUD Sanglah, Dokter Dudut Rustiyadi. (Foto: iNews/ Aris Wiyanto)

DENPASAR, iNews.id – Tim dokter forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanglah Denpasar menemukan ada tanda-tanda hipoksia di tubuh ketiga anak yang tewas dari hasil autopsi. Meski begitu, mereka belum bisa mengungkap penyebab pasti kematian para korban karena masih menunggu hasil laboratorium.

Kepala Instalasi RSUD Sanglah, Dokter Dudut Rustiyadi mengatakan, jenazah ketiga anak sudah selesai dilakukan proses autopsi. Dia menjelaskan, ada tanda hipoksia atau mati lemas karena kekurangan oksigen pada jaringan tubuh ,yang berakibat fatal terhadap sejumlah organ.

“Ketiga korban mengalami luka yang hampir sama, yakni lecet di bibir dan lidah. Kami juga menemukan ada tanda-tanda hipoksia atau kekurangan oksigen,” kata Rustiyadi, Kamis (22/2/2018).

Dia menambahkan, tanda-tanda itu ditunjukkan dari adanya pelebaran dan pendarahan di bagian mata, kebiruan pada bibir dan jari-jari kaki dan tangan. Tim dokter tidak menemukan ada tanda kekerasan yang menyebabkan kematian. “Dugaan kami ada zat beracun yang dapat mengakibatkan kematian. Namun untuk sebabnya belum bisa dipastikan, kami masih menunggu hasil laboratoirum,” ujarnya.


Diketahui, peristiwa tragis dugaan kasus percobaan bunuh diri dan pembunuhan itu terjadi di Banjar Palak, Desa Sukawati, Gianyar. Tepatnya di rumah nenek ketiga korban. Para anak-anak tak berdosa itu diduga menjadi korban aksi sadis ibu kandungnya yang merupakan seorang guru PNS.

Ditengarai, ibu korban mencekoki mereka dengan racun pembasmi serangga yang cairan dan pembungkusnya tercecer di ruang kamar tempat kejadian perkara (TKP). Belum diketahui motif pelaku tega menghabisi nyawa tiga buah hatinya tersebut. Namun pelaku juga mencoba bunuh diri dengan ikut menenggak racun serangga dan menyayat kedua lengan dan lehernya. Percobaannya bunuh diri itu gagal, pelaku masih terselamatkan dan hingga saat ini menjalani perawatan intensif.

Kabar kematian tragis nyaris satu keluarga itu masih menjadi misteri di kalangan kerabat. Apalagi, pihak kerabat dan keluarga besar tidak pernah mendengar maupun melihat adanya pertengkaran besar di antara pasangan suami istri tersebut. Keberadaan suami yang diduga menjadi penyebab pelaku tega meracuni tiga orang buah hatinya itu, hingga kini masih misterius.


Editor : Donald Karouw