Kuasa Hukum Jerinx Siapkan Ahli Bahasa Pembanding

Bagus Alit ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 10:02 WITA
Kuasa Hukum Jerinx Siapkan Ahli Bahasa Pembanding
Jerinx didampingi istri Nora Alexandra usai menjalani pemeriksaan di Polda Bali, Rabu (12/8/2020). (iNews.id/Aris Wiyanto)

DENPASAR, iNews.id - Jerinx dijerat UU ITE dan menjadi tersangka terkait cuitan "IDI Kacung WHO". Kuasa hukum pria bernama asli I Gede Ari Astina itu menyatakan akan menyiapkan ahli bahasa sebagai pembanding.

"Jika keterangan ahli bahasa itu dijadikan unsur untuk memperkuat sangkaan terhadap klien kami, tentu akan berikan ahli pembanding," ujar I Wayan Gendo, kuasa hukum Jerinx, Kamis (13/8/2020).

Gendo mengatakan, sebagai kuasa hukum dirinya tak mempermasalahkan keterangan ahli bahasa yang digunakan penyidik untuk menyatakan Jerinx memenuhi unsur pidana pencemaran nama baik. Apalagi jika itu diberikan sesuai keahliannya dan disampaikan secara objektif.

Namun, kata Gendo, sebagai kuasa hukum dirinya akan mengajukan ahli bahasa lain sebagai pembanding yang akan menguji kesahihan keterangan ahli bahasa yang digunakan penyidik untuk menetapkan Jerinx sebagai tersangka.

"Karena sebetulnya (keterangan ahli) itu relatif saja dalam penegakan hukum," tuturnya.

Gendo mengatakan, unggahan Jerinx di media sosial murni sebagai kritik dan bukan destruktif yang berniat mencemarkan nama baik atau menyebarkan kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Menurutnya, Jerinx ingin membuat IDI memberi penjelasan terkait prosedur rapid test sebagai persyaratan administrasi yang dinilai malah menyusahkan masyarakat.

"Postingan Jerinx ini cara dia mendorong ID sebagai organisasi profesi kedokteran dalam situasi pandemi ini karena banyak sekali korban di masyarakat karena prosedur rapid test ini," tuturnya.

Sebelumnya, penyidik Polda Bali menetapkan drummer Superman Is Dead (SID) itu sebagai tersangka dan langsung menahan usai menjalani pemeriksaan di Polda Bali, Rabu (12/8/2020).

Direskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugoroho menjelaskan, Jerinx dijerat dengan Pasal 27 ayat 2 dan Pasal 28 ayat 3 UU ITE tentang ujaran kebencian.

Selain itu pemilik nama asli I Gede Ari Astina ini juga dijerat Pasal 311 dan 310 KUHP tentang pencemaran nama baik.

"Ancaman enam tahun penjara," tuturnya di Mapolda Bali, Rabu (12/8/2020).

Unggahan Jerinx di media sosial yang menjadi dasar pelaporan ke Polda Bali. (iNews.id/Aris Wiyanto)
Unggahan Jerinx di media sosial yang menjadi dasar pelaporan ke Polda Bali. (iNews.id/Aris Wiyanto)

Editor : Reza Yunanto