Ayah Kandung Tega Perkosa Anak 14 Tahun di Jembrana, Modusnya Periksa Keperawanan

Nyoman Sudika ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 16:03 WIB
Ayah Kandung Tega Perkosa Anak 14 Tahun di Jembrana, Modusnya Periksa Keperawanan
Wakapolres Jembrana Kompol Supriadi Rahman saat pemaparan kasus pemerkosaan ayah terhadap anak kandung di Mapolres Jembrana, Provinsi Bali, Kamis (13/2/2020). (Foto: iNews/Nyoman Sudika)

JEMBRANA, iNews.id – Sungguh bejat perbuatan seorang ayah di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali ini. Pelaku berinisial KS (34), warga Kecamatan Jembrana, tega memerkosa putri kandungnya B (14) hingga empat kali.

Sang ayah memerkosa anak kandung dengan modus menuduh korban sudah tidak perawan. Pelaku lalu beralasan hendak memastikan putrinya masih perawan atau tidak.

Aksi bejat pelaku terbongkar setelah korban melaporkan kejadian itu kepada ibunya. Murka dengan perlakuan suami terhadap anak kandungnya, ibu korban melapor ke Polres Jembrana. Jajaran Reskrim Polres Jembrana kemudian menangkap pelaku.

“Perbuatan tersangka ketahuan karena korban bercerita ke ibu kandungnya. Ibu korban, istrinya tersangka, lalu membuat laporan Polres Jembrana,” kata Wakapolres Jembrana Kompol Supriadi Rahman saat pemaparan, Kamis (13/2/2020).

Dari pemeriksaan polisi, aksi bejat pelaku dilakukan berulang kali hingga empat kali. Pemerkosaan terjadi selama bulan Januari 2020 di rumah tersangka. Ironisnya, sang ayah tega memerkosa anak kedua itu di depan adiknya yang tidur terlelap.

Modus tersangka dengan menuduh anaknya tidak perawan lagi. Pelaku menanyakan kepada putrinya, siapa yang telah menyetubuhi dia. Dengan tekanan, pelaku akhirnya menyetubuhi korban.

“Jadi pulang sekolah, pelaku tidur di samping bapaknya, lalu menyetubuhi korban dengan alasan untuk membuktikan masih perawan atau tidak,” kata Supriadi Rahman.

Pelaku juga mengancam korban agar tidak memberitahukan kejadian itu kepada siapa pun, termasuk ibunya. Namun, korban yang sudah tidak tahan menghadapi kebejatan sang ayah akhirnya mengadu kepada ibunya setelah empat kali diperkosa.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 dan ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 KUHP. Pelaku diancam dengan pidana penjara minimal lima tahun dan paling lama 15 tahun.


Editor : Maria Christina