Antisipasi Lonjakan Covid-19, Gubernur Bali Perketat Persyaratan Masuk untuk Pelaku Perjalanan

Antara ยท Kamis, 24 Juni 2021 - 13:08:00 WITA
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Gubernur Bali Perketat Persyaratan Masuk untuk Pelaku Perjalanan
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Gubernur Bali Perketat Persyaratan Masuk untuk Pelaku Perjalanan DENPASAR, iNews.id - Gubernur Bali Wayan Koster memperketat persyaratan masuk untuk Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) menuju daerah ini untuk menghad

DENPASAR, iNews.id - Gubernur Bali I Wayan Koster memperketat persyaratan masuk bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) menuju daerah ini untuk menghadapi lonjakan kasus baru Covid-19 di Pulau Dewata. Persyaratan tersebut berlaku untuk penumpang melalui transportasi udara, darat, dan laut.

"Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) melalui transportasi udara, darat, dan laut, menuju ke Bali, persyaratannya diperketat," kata Koster di Jayasabha Denpasar, saat rapat koordinasi membahas peningkatan penanganan Covid-19 dan percepatan vaksinasi massal, Rabu (23/6/2021) malam.

Selanjutnya, penumpang pesawat udara dan pelabuhan penyeberangan menuju Bali agar memastikan memakai surat keterangan negatif rapid test antigen, dan tes swab berbasis PCR dengan QR Code untuk memastikan tidak palsu.

Koster menginstruksikan agar terus memperketat protokol kesehatan di tingkat desa/kelurahan/desa adat, pusat-pusat kegiatan ekonomi dan tempat aktivitas masyarakat dalam menghadapi lonjakan peningkatan kasus baru Covid-19 di Pulau Dewata.

"Perketat protokol kesehatan di pasar tradisional, pasar modern, pasar swalayan, wilayah destinasi pariwisata, hotel, travel, dan restoran. Selain itu, melakukan pemeriksaan rapid test antigen secara acak di sejumlah lokasi tempat aktivitas masyarakat," kata Koster.

Selain itu, dia meminta seluruh stakeholder untuk meningkatkan 3T yakni tracing (pelacakan), testing (pengujian), dan treatment (penanganan) kasus Covid-19.

Operasi yustisi oleh Satpol PP dibantu oleh TNI-Polri dan Imigrasi juga harus ditingkatkan. Kemudian, melakukan inspeksi mendadak oleh Satgas Covid-19, hingga melakukan sampling acak. "Selain itu, menyiapkan tempat karantina secara terpusat di provinsi dan kabupaten/kota," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koster memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah dan Universitas Udayana agar melakukan penelitian terhadap kasus baru.

Hal ini untuk mengetahui apakah kasus baru Covid-19 merupakan varian jenis baru seperti yang terjadi di India dan Afrika Selatan. Dia juga meminta melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang berpotensi tertular.

Koster kembali mengimbau, mengingatkan, menegaskan, dan mengajak seluruh masyarakat agar menaati SE Gubernur Bali tentang Perpanjangan Pemberlakuan PPKM Berbasis Desa/Kelurahan. Warga harus disiplin menerapkan 6M mengingat peningkatan kasus baru Covid-19 yang di luar Bali merupakan varian baru dan banyak menyerang anak usia di bawah 18 tahun.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: