3 Cerita Rakyat Bali yang Terkenal, Ada Naga Besukih Penjaga Harta Karun di Kawah Gunung

Faqihah Husnul Khatimah ยท Sabtu, 26 November 2022 - 19:40:00 WITA
3 Cerita Rakyat Bali yang Terkenal, Ada Naga Besukih Penjaga Harta Karun di Kawah Gunung
Ilustrasi, banyak cerita rakyat Bali yang terkenal sampai ke luar pulau, tentang asal-usul tempat hingga cerita moral dari keluarga. (Foto: pustaka.pekanbaru.go.id).

JEMBRANA, iNews.id – Banyak cerita rakyat Bali yang terkenal sampai ke luar pulau. Tentang asal-usul tempat hingga cerita moral dari keluarga.

Selain menyimpan keindahan alam, Bali juga memiliki sejumlah cerita rakyat yang penuh pesan kehidupan. Cerita tersebut berkembang dari satu mulut ke mulut lainnya. 

Semua cerita beragam versi dengan kandungan pesan yang sama. Cerita rakyat Bali yang paling sering didengar, antara lain asal mula Selat Bali, kisah Bawang dan Kesuna serta asal usul Danau Batur. 

Berikut Cerita Rakyat Bali:

1. Asal Mula Selat Bali

Dikisahkan, seorang Brahmana bernama Sidi Mantra dihadiahi Sanghyang Widya harta dan seorang istri cantik. Mereka melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Manik Angkeran. 

Anak itu tumbuh menjadi pemuda pandai dan tampan. Sayangnya, Manik Angkeran suka berjudi. Dia sering kalah dan menjadikan barang-barang orang tuanya sebagai taruhan. 

Manik Angkeran bahkan meminjam uang untuk berjudi. Utang tak terbayar, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya.

Sidi Mantra bertapa meminta bantuan para dewa. Suatu ketika terdengar suara, “Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga Naga Besukih. Pergilah ke sana dan minta naga itu untuk memberikan sebagian hartanya.”

Sidi Mantra pergi ke kawah Gunung Agung dan memanggil Naga Besukih. Melihat Sidi Mantra, naga itu menggeliat dan mengeluarkan emas berlian dari sisiknya. Sidi Mantra mengucapkan terima kasih dan undur diri.

Setelah mendapatkan harta itu, Sidi Mantra memberikannya kepada Manik Angkeran dan berharap tidak digunakan untuk berjudi lagi. Nyatanya, Manik Angkeran menghabiskan semua harta dan kembali meminta bantuan. Ayahnya merasa kecewa dan menolak permintaan itu.

Manik Angkeran tidak putus asa dan mencari tahu bagaimana ayahnya mendapatkan harta itu. Akhirnya dia berangkat ke kawah Gunung Agung dengan bel yang dicuri dari ayahnya. 

Sesampainya di sana, Manik Angkeran membunyikan bel. Dia merasa takut dengan rupa Naga Besukih. Sadar akan niatnya, Naga Besukih berkata, “Aku akan memberimu harta, tetapi kamu harus berjanji untuk tidak bertaruh lagi. Ingat hukum karma.”

Namun, Manik Angkeran merasa takjub dengan semua harta karun itu. Dia berniat jahat untuk mendapatkan lebih banyak harta. Manik Angkeran menebas ekor naga dan segera melarikan diri. 

Naga Besukih marah. Dia menjilat kaki Manik Angkeran hingga terbakar.

Sidi Mantra yang mengetahui kematian putranya sangat sedih. Dia memohon kepada Naga Besukih agar putranya hidup kembali. Naga Besukih mengabulkan permohonan itu dengan syarat Sidi Mantra memulihkan ekornya.

Kekuatan Sidi Mantra mampu mengembalikan ekor naga. Sesuai perjanjian, Naga Besukih menghidupkan kembali Manik Angkeran. Pemuda itu segera meminta maaf dan sangat menyesal. Dia berjanji tidak mengulanginya kembali.

Sidi Mantra tahu anaknya telah berada di jalan yang benar, namun dia tidak bisa tinggal bersama Manik Angkeran lagi. “Sekarang kamu harus memulai hidup yang baru,” kata Sidi Mantra.

Menggunakan kekuatan gaib, dari tempat Sidi Mantra berdiri keluar air yang besar seperti laut. Dia membuat garis yang memisahkannya dengan Manik Angkeran. 

Garis laut itulah yang disebut sebagai Selat Bali yang memisahkan Pulau Bali dari Jawa.

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsBali di Google News

Bagikan Artikel: