2 Siswi Korban Pencabulan Guru SD di Bali Alami Trauma Ingin Bunuh Diri

Bagus Alit ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 13:21 WITA
2 Siswi Korban Pencabulan Guru SD di Bali Alami Trauma Ingin Bunuh Diri
Kasat Reskrim Polres Badung AKP Laorens Rajamangapul Heselo dalam rilis perkara pencabulan guru SD di Badung. (Foto: iNews.id/Bagus Alit)

BADUNG, iNews.id - Kasus pencabulan anak yang dilakukan guru sekolah dasar di Kabupaten Badung, Bali terhadap dua siswinya membuat korban trauma. Meski korban telah lulus dari sekolah tersebut, pelaku masih merayu korban.

Pelaku berinisial IGAKW (53) adalah guru olahraga di SD 4 Sembung, Kabupaten Badung. Dia ditahan di Polres Badung atas dugaan perbuatan cabul dan pemerkosaan terhadap dua anak di bawah umur.

Dari pengakuan korban, pelaku sudah lebih dari sepuluh kali melakukan perbuatan bejatnya itu. Pencabulan itu terjadi selama setahun, sejak pertengahan 2018 hingga pertengahan 2019.

Salah satu korban mengaku dirayu oleh pelaku dengan iming-iming uang Rp50.000 dan sepatu baru.

“Dari dua orang korban satu masih sekolah SD, satu sudah SMP,” kata Kasat Reskrim Polres Badung AKP Laorens Rajamangapul Heselo, Rabu (22/1/2020).

BACA JUGA:

Oknum Guru SD di Bali Perkosa 2 Siswi, Terungkap karena Korban Hendak Bunuh Diri

Kakek di Bali Cabuli Gadis di Bawah Umur Bermodal Uang Rp100 Ribu

Laorens menjelaskan, kedua korban yaitu TF dan KDAP telah diperkosa dan dicabuli pelaku hingga belasan kali. Pelaku melakukan perbuatan tercelanya itu memanfaatkan waktu saat kedua korban mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Korban telah berusaha menolak permintaan pelaku. Namun pelaku malah mengancam akan memberikan nilai jelek kepada korban jika tak mau memenuhi permintaannya.

Bahkan ketika salah satu korban telah lulus dari SD tersebut, pelaku masih merayu korban untuk memenuhi keinginannya.   

Tindakan pelaku yang terus mengejar korban membuat korban yang telah duduk di bangku SMP ini trauma dan nyaris bunuh diri sebelum diketahui oleh guru bimbingan konseling (BK) di sekolahnya.

“Korban trauma, takut karena terus dicari di sekolahan sampai mau mengakhiri hidupnya,” ujar Lorens.

Pelaku kini ditahan di Polres Badung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sebagai guru cabul


Editor : Reza Yunanto