Ratusan calon pekerja migran Indonesia (PMI) melapor ke Polda Bali, karena merasa ditipu oleh PT MAG Diamond. (Foto: ANTARA)
Antara

DENPASAR, iNews.id - Sebanyak 350 calon pekerja migran Indonesia (PMI) melapor ke Polda Bali. Mereka merasa ditipu oleh PT MAG Diamond.

Para korban mengaku telah menyetor uang mulai dari Rp22 juta hingga Rp35 juta. Namun hingga kini tak diberangkatkan bekerja ke Jepang sesuai perjanjian.

"Kami lakukan penyelidikan dengan terlebih dahulu meminta keterangan para korban dan alat bukti yang kami butuhkan dalam penanganan kasus ini," kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Bali AKBP Ni Luh Kompyang Srinadi di Denpasar, Sabtu (26/11/2022).

Pelaporan itu dilakukan ratusan calon PMI pada Jumat (25/11/2022). Mereka didampingi kuasa hukum I Kadek Arta dan politisi Ni Luh Djelantik.

Dalam laporan tersebut disebutkan kerugian yang dialami oleh seluruh korban mencapai Rp5 miliar. Srinadi memastikan laporan para korban akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

"Kami terima laporannya. Nanti berikut akan kami lengkapi administrasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu kuasa hukum para PMI, Kadek Arta mengatakan, pihak yang dilaporkan ke Polda Bali adalah Direktur PT MAG Diamond dan dua orang stafnya yang menerima uang dari para korban.

"Mereka dilaporkan dengan dugaan penipuan berkedok penyedia jasa layanan kerja di perusahaan Jepang," ujar Kadek Arta.

Menurutnya, PT MAG Diamond menjaring calon PMI melalui iklan di Facebook. Banyak warga Bali yang tergiur untuk mendaftar.

Pada Juli 2022, PT MAG Diamond membuat perjanjian yang isinya memberikan jaminan para pekerja diberangkatkan bekerja di Jepang pada 30 Agustus 2022. Jika tidak berangkat, uang akan dikembalikan kepada pendaftar.

Namun hingga kini ratusan orang yang mendaftar tak kunjung berangkat ke Jepang. Para pekerja sempat berharap mediasi. Namun karena tidak ada respons maka dilanjutkan ke proses hukum.

"Kami mengharapkan mediasi terdahulu, apakah mereka mau mengembalikan dana yang berupa aset, maupun rekening mereka ya kita terima, tetapi kalau tidak kita lanjutkan proses hukumnya," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT