Peternak di Karangasem, Bali menolak pemusnahan sapi miliknya yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). (Foto: iNewsTV/Yunda Ariesta)
Yunda Ariesta

KARANGASEM, iNews.id - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) ditemukan di Kabupaten Karangasem, Bali. Sebanyak tujuh ekor sapi positif terinfeksi PMK.

Empat ekor sapi terinfeksi PMK ditemukan di Banjar Dinas Menanga Kawan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang. Sedangkan tiga lainnya ditemukan di Dusun Segara Katon, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem.

Salah seorang pemilik sapi yang terjangkit PMK, I Wayan Putu mengatakan, gejala PMK telah muncul sejak pekan lalu. Sapi miliknya tidak mau makan dan bagian mulut melepuh mengeluarkan darah.

"Dua hari nggak mau makan, saya carikan dokter. Baru dua hari kemudian mau makan," kata Wayan Putu, Senin (4/7/2022). 

Dengan kondisi sapi yang mulai membaik, dia menolak tindakan eliminasi atau pemusnahan sapi miliknya yang terjangkit PMK.

Untuk mempercepat penyembuhan, dia memberikan madu ke bagian tubuh sapi yang mengalami luka. 

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali menemukan 63 ekor sapi terjangkit PMK di Gianyar, Buleleng, dan Karangasem. Sebanyak 55 ekor di antaranya telah dimusnahkan untuk mencegah penularan meluas.

"Yang sudah stepping out atau pemusnahan 55," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali, I Wayan Sunada.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT