Para pelajar tersebut hanyalah sebagian kecil dari ribuan warga Kabupaten Jembrana yang harus mengorbankan waktu produktif mereka sehari-hari demi mendapatkan pasokan bahan bakar.
Kelangkaan pasokan BBM ini dirasakan sangat menyulitkan mobilitas masyarakat serta mengganggu ritme pendidikan dan perekonomian warga setempat.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait