Sejumlah warga kelelahan hingga pingsan saat mengantre BBM di SPBU Kabupaten Jembrana, Bali. Seorang warga yang memiliki riwayat epilepsi dirujuk ke rumah sakit setelah mengantre sejak pukul 04.00 WITA. (Foto: iNews TV/Nyoman Sudika)

JEMBRANA, iNews.id – Sejumlah warga pingsan saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jembrana, Bali. Mereka kelelahan setelah mengantre berjam-jam di bawah terik matahari akibat kelangkaan BBM.

Petugas kepolisian dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Jembrana yang berjaga di SPBU langsung memberikan pertolongan kepada warga yang mengalami gangguan kesehatan. Salah satu warga bahkan harus dirujuk ke rumah sakit setelah ditemukan tak sadarkan diri saat mengantre.

Kelangkaan BBM di Jembrana mulai berdampak pada aktivitas masyarakat. Warga harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar, bahkan sebagian mulai mengalami lemas hingga kehilangan kesadaran akibat kelelahan.

Personel Satuan Samapta dan Sidokkes Polres Jembrana bergerak cepat memberikan pertolongan pertama kepada warga yang jatuh sakit saat mengantre.

PS Kasi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, mengatakan petugas menerima laporan melalui layanan darurat 110 mengenai warga yang pingsan di lokasi antrean BBM.

"Kami mendapat telepon dari 110 ada masyarakat pingsan dan langsung lakukan penanganan awal," ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Setelah memeriksa kondisi warga tersebut, petugas mengetahui bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit epilepsi. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bali Med Jembrana.

"Hasil pemeriksaan, yang bersangkutan punya riwayat epilepsi. Setelah penanganan awal kami rujuk ke rumah sakit," katanya.

Menurutnya, warga tersebut juga mengalami kelelahan setelah mengantre BBM sejak dini hari.

"Masyarakat tersebut kelelahan kelelahan karena sudah mengantre sejak pukul 04.00 dini hari," ucapnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, petugas kepolisian bersama tim kesehatan melakukan patroli ke sejumlah SPBU. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga yang mengalami gangguan kesehatan saat mengantre segera mendapatkan pertolongan.

"Kami patroli kesehatan ke SPBU untuk mengantisipasi kejadian serupa," ucapnya.

Kelangkaan BBM di Kabupaten Jembrana juga memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Warga terpaksa menunggu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, BBM yang tersedia di sejumlah SPBU di Jembrana hanya jenis Pertalite dan solar. Sementara itu, Pertamax dan Pertamax Turbo dilaporkan kosong sejak sehari sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengalokasikan lebih banyak waktu untuk mengisi bahan bakar. Antrean panjang yang berlangsung sejak dini hari juga meningkatkan risiko kelelahan bagi warga, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Polisi mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh saat mengantre dan segera meminta bantuan apabila mengalami pusing, lemas, atau gejala gangguan kesehatan lainnya.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network