“Tahun-tahun awal masih Gempa Genting, lalu berkembang menjadi Gempa Genting lebih luas menyasar ekonomi, yakni gempur stunting melalui sampah untuk peningkatan ekonomi,” katanya.
Dalam konteks Kabupaten Klungkung, Yusharto mendorong agar inovasi yang telah berjalan dan memperoleh pengakuan dapat terus ditingkatkan kualitas, dampak, serta keberlanjutannya. Dia menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang melibatkan kepemimpinan daerah, perangkat daerah, akademisi, hingga masyarakat.
Menurutnya, inovasi tidak boleh berhenti sebagai program jangka pendek, melainkan harus menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan daerah yang berorientasi pada solusi dan kebutuhan publik.
Melalui audiensi tersebut, BSKDN berharap Pemerintah Kabupaten Klungkung dapat terus menjaga semangat berinovasi, tidak hanya untuk mempertahankan predikat dan penghargaan yang telah diraih, tetapi juga untuk menghadirkan terobosan yang relevan dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Semoga ke depannya Pemerintah Kabupaten Klungkung terus konsisten mengembangkan inovasi-inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat,” ucapnya.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait