Kasus PMK di Bali meningkat. Sebanyak 128 ekor sapi positif terjangkit. (Foto: dok iNews.id))
Indira Arri

DENPASAR, iNews.id - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bali terus bertambah. Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Bali mencatat ada 128 ekor yang terjangkit PMK.

"Kasus semuanya ada 128 ekor," kata Kepala Distan Bali, I Wayan Sudana, Selasa (5/7/2022).

Sudana mengatakan, kasus PMK ditemukan di Karangsem, Gianyar, Bangli, dan Buleleng. Jumlah kasus PMK dari empat wilayah itu menurutnya terus bertambah. 

Dari seluruh kasus positif, sebanyak 62 ekor telah dimusnahkan dengan cara pemotongan bersyarat. Sedangkan 66 ekor sisanya akan dimusnahkan bertahap.

"Hari ini atau besok kita tuntaskan," tuturnya.

Kendati terjadi penambahan kasus PMK, Bali menurutnya masih termasuk zona hijau. Sudana yakin wabah ini bisa teratasi.

Sebelumnya Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana menghendaki penanganan agresif agar virus PMK tak menyebar luas, mengingat Bali daerah pariwisata.

"Kami harapkan semua terlibat. Kalau sampai tersebar, meskipun tidak menular ke manusia, kita sebagai kawasan pariwisata tentu tidak baik juga," ujarnya usai sidang paripurna di DPRD Bali, Senin (4/7/2022).


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT