Kejaksaan Negeri Denpasar, Bali. (Foto: Antara)
Antara

DENPASAR, iNews.id - Kejari Denpasar menetapkan dua tersangka dugaan korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank BUMN di Bali. Tersangka merupakan nasabah berinisial NKM dan ORAL.

"Kedua tersangka ini memanipulasi data-data yang diisyaratkan oleh salah satu bank BUMN pemberi KUR," kata Kasi Intel Kejari Denpasar, Putu Eka Suyantha, di kantornya, Senin (27/6/2022) malam.
 
Dia menjelaskan, kedua tersangka menggunakan SKU (Surat Keterangan Usaha) fiktif sebagai syarat KUR. Keduanya juga memanipulasi tempat usaha pada saat dilakukan on the site atau kunjungan langsung ke tempat usaha debitur oleh pihak bank.

Selama periode 2017 hingga 2020, kedua tersangka mengajukan 26 KUR ke bank. Akibat perbuatan tersebut, negara merugi hingga Rp697.874.953.
 
Kedua tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1, juncto Pasal 18 ayat (1), (2) dan (3) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jis pasal 55 ayat (1) ke-1 jis pasal 64 ayat (1) KUHP.


 Menurut Putu Eka, penyidik akan segera memanggil kedua tersangka. Secepatnya kasus ini akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan.

Dia menambahkan, penyidikan kasus ini masih berlanjut dan tidak berhenti pada dua tersangka. Tak menutup kemungkinan ada tersangka dari pihak bank.
 
"Apakah nanti ada pihak bank yang bermain juga, kami masih terus melakukan penyelidikan lanjutan," katanya.
 
Dari penelusuran awal, uang KUR yang telah dicairkan kedua tersangka digunakan untuk keperluan pribadi.
 
"Tetapi kami tidak bisa merincikan uang itu untuk keperluan pribadinya apa," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT