Kasi Intel Kejari Denpasar Putu Eka Suyantha. (Foto: Indira Arri)
Indira Arri

DENPASAR, iNews.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menerima pelimpahan remaja Jepang inisial FS (17) yang menjadi tersangka pencabulan adik kelas. Pelimpahan tahap kedua dilakukan secara daring (online) pada Selasa (29/11/2022).

"Inisial FS telah dilimpahkan dan dilanjutkan dengan penahanan selama 5 hari," kata Kasi Intel Kejari Denpasar Putu Eka Suyantha, Rabu (30/11/2022).

Dia menyampaikan, FS merupakan Anak Berhadapan Hukum (ABK) karena masih di bawah umur. Namun dia tetap ditahan karena menghadapi ancaman penjara di atas 7 tahun berdasarkan Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Perlindungan Anak. 

"Kami tetap melakukan penahanan terhadap FS," katanya.

Kuasa hukum korban, yakni Siti Sapura menyatakan kekecewaan terhadap pelimpahan FS yang dinilai ada keistimewaan karena dilakukan secara daring (online). Dirinya melihat hal ini dilakukan karena FS adalah warga negara asing.

"ABK banyak tapi tidak ada yang tahap dua online," ujarnya.

FS dilaporkan orang tua korban karena mencabuli anaknya di tempat hiburan malam. Korban diperdaya FS dengan cara dicekoki minuman keras lalu dicabuli di toilet.


Editor : Reza Yunanto

BERITA TERKAIT