Dari hasil pemeriksaan, ganja itu dibeli dari Medan, Sumatera Utara. Selanjutnya dikirim ke Bali melalui jasa ekspedisi dalam beberapa kali pengiriman.
Adapun modusnya disamarkan ke dalam paket sparepart kendaraan dan pakaian bekas untuk menghindari pemeriksaan.
"Pasar penjualan di antaranya wisatawan asing," kata Yuwono.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait