Warga Bali Diminta Kurangi Konsumsi Daging Babi

Antara ยท Sabtu, 08 Februari 2020 - 13:15 WIB
Warga Bali Diminta Kurangi Konsumsi Daging Babi
Ilustrasi peternakan babi (Foto: AFP)

DENPASAR, iNews.id - Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Bali Made Muliawan Arya mengimbau masyarakat Bali mengurangi konsumsi daging babi. Hal ini berkaitan dengan wabah virus demam babi Afrika (African Swine Fever/ASF) yang menyebar di sejumlah wilayah di Bali.

"Karena telah terjadi wabah virus demam babi Afrika, karena itu warga mengurangi konsumsi daging tersebut untuk sementara waktu, sembari menunggu informasi lebih lanjut dari dinas peternakan setempat," kata Muliawan Arya menyikapi terjadinya wabah virus tersebut di Denpasar, Sabtu (8/2/2020).

Dia mengatakan dengan tersebarnya virus yang mematikan ternak babi, diharapkan Dinas Peternakan dan Pertanian Denpasar terus memantau ke lapangan atau ke para peternak.

"Untuk itu kami juga meminta kepada instansi pemerintah dapat menyampaikan informasi terkait penyakit itu," ujar Muliawan yang akrab disapa De Gadjah.

Menurut De Gadjah, adanya informasi secara resmi dari Dinas Peternakan dan Pertanian maka warga akan mengetahui tentang virus yang menyerang babi. Terlebih di Bali menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang biasanya masyarakat memotong babi.

"Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan sebagian masyarakat di Pulau Dewata melakukan tradisi pemotongan babi, karena itu sangat diperlukan adanya informasi mengenai kesehatan ternak babi," ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Suyasa meminta kepada Dinas Peternakan setempat terus melakukan pemantauan ke masyarakat atau peternak babi terkait adanya wabah virus demam babi Afrika.

"Saya mengharapkan Dinas Peternakan dan Pertanian agar terus melakukan pemantauan di lapangan, karena semakin merebak wabah demam babi afrika," kata Nyoman Suyasa.

Harapanya gerakan pemantauan ke lapangan bisa mempercepat penanganan ternak babi. Saat ini para peternak babi di Bali kekhawatiran dengan adanya wabah virus ASF.

"Para peternak babi saat ini merasa resah dan khawatir, sebab serangan dari wabah ASF datangnya mendadak. Dan jika sudah tertular ternak babi tersebut akan mati," katanya.


Editor : Nani Suherni