Wagub Bali Sebut Keluarga dan Upacara Adat Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19

Antara ยท Jumat, 11 September 2020 - 12:36 WITA
Wagub Bali Sebut Keluarga dan Upacara Adat Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19
Wakil Gubernur Bali Cok Ace menyebut peningkatan kasus Covid-19 karena transmisi lokal di keluarga dan upacara adat. (iNews.id/Bona Jaya)

DENPASAR, iNews.id - Kasus positif Covid-19 di Bali mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut dipicu dari transmisi lokal yang terjadi di lingkungan keluarga dan pelaksanaan upacara adat.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati di Denpasar, Kamis (10/9/2020).

Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menuturkan, hal tersebut berdasarkan laporan yang dia terima dari Gugus Tugas Covid-19 di masing-masing daerah.

"Kalau kita dengar laporan teman-teman di kabupaten/kota, lebih banyak diakibatkan oleh transmisi lokal rumah tangga dan upacara-upacara," ujarnya.

Menurut dia, dengan dibukanya kembali tempat-tempat wisata, telah menyebabkan tak sedikit generasi muda yang sebelumnya selama sekian bulan harus berdiam di rumah kemudian meluapkan kegembiraannya dengan berwisata.

Mereka yang tidak menerapkan protokol kesehatan itu, saat keluar rumah kemudian terpapar Covid-19. Ketika pulang ke rumah akhirnya menulari anggota keluarganya.

"Ini akhirnya timbul penderita-penderita yang tanpa gejala yang menjadi sumber orang tuanya terkena (Covid-19)," ujarnya.

Dia menambahkan, hal fatal bisa terjadi dari penularan di keluarga ini bila yang tertular adalah orang tua dengan kondisi kesehatan yang menurun. Selain penyembuhan yang memakan waktu lama, juga bisa berakibat pada kematian.

"Oleh karena daya tahan tubuh para orang tua sudah lemah, waktu penyembuhannya relatif lama. Risiko kematiannya juga tinggi," tuturnya.

Terkait pelaksanaan upacara adat, Cok Ace menuturkan, Pemerintah Provinsi Bali akan menggelar pertemuan kembali dengan Majelis Adat. Tujuannya untuk mengimbau agau mengurangi pertemuan-pertemuan di lingkungan Desa Adat.

"Dulu kita bisa taat saat ada Maklumat Kapolri karena Kapolres semua turun. Sekarang agak longgar. Apakah peran desa adat perlu dikembalikan lagi?," ujarnya.

Hingga Jumat (11/9/2020) pagi, jumlah kasus positif di Bali mencapai 6.834 orang. Penambahan kasus positif harian dalam sepekan terakhir menembus lebih dari 100 orang dan sempat beberapa kali memecahkan rekor harian tertinggi.

Pasien yang dinyatakan sembuh berjumlah 5.437 orang, dan 151 orang meninggal dunia.

Masih ada 1.246 pasien positif di seluruh Bali yang menjalani perawatan di rumah sakit, rumah isolasi maupun isolasi mandiri di rumah.


Editor : Reza Yunanto