Uniknya Tradisi Megibung, Makan Bersama dalam Satu Wadah Ala Warga Muslim di Bali

Bagus Alit ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 14:49 WIB
Uniknya Tradisi Megibung, Makan Bersama dalam Satu Wadah Ala Warga Muslim di Bali
Warga Muslim di Kampung Islam Angantiga, Kabupaten Badung, Bali memiliki tradisi Megibung selepas salat Idul Adha, Jumat (31/7/2020). (iNews.id/Bagus Alit)

BADUNG, iNews.id - Warga Muslim di Kampung Islam Angantiga, Desa Petang, Kabupaten Badung, Bali punya tradisi khusus di perayaan Idul Adha. Yakni tradisi makan bersama dalam satu wadah yang disebut Megibung.

Tradisi Megibung pada tahun ini terasa semakin spesial karena untuk pertama kalinya warga bisa kembali berkumpul setelah sebelumnya diimbau menghindari kerumunan karena pandemi Covid-19.

Seperti yang disaksikan iNews.id, selepas salat Idul Adha, ratusan warga menuju Masjid Baiturrahman. Mereka membawa puluhan kapar atau talam berukuran besar yang berisi nasi. Selain itu juga ada yang membawa lauk pauk sayuran dan berbagai olahan daging.

Warga kemudian duduk melingkar di. Seorang yang dituakan di kampung memimpin doa sebelum makan bersama itu dimulai.

Tradisi Megibung berlangsung dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari empat hingga enam orang. Dalam satu kapar atau talam, hidangan nasi beserta lauk pauknya dimakan secara bersama-sama.

"Tradisi makan bersama dalam satu wadah atau Megibung ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun lalu," kata Ketua Kampung Islam Angantiga, Muhammad Ramsudin, Jumat (31/7/2020).

Dia mengatakan, Megibung bukan sekadar makan bersama, tapi juga upaya untuk mempererat persaudaraan antarumat Islam di desa yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

"Selain ungkapan syukur karena dapat merayakan Hari Raya Idul Adha bersama," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto