Tertutup Awan, Tim Rukyat Bali Gagal Melihat Hilal

Antara ยท Kamis, 23 April 2020 - 22:00 WIB
Tertutup Awan, Tim Rukyat Bali Gagal Melihat Hilal
Proses pengamatan hilal oleh Tim Rukyat Hilal di Pantai Jerman, Kuta, Bali. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Berbeda dengan wilayah lain, tim Hisab Rukyat Kantor Wilayah Kementerian Agama di Provinsi Bali tidak dapat melihat hilal. Awan mendung menghalangi pengamatan hilal.

"Dari pemantauan tim kami sampai waktu yang durasi 17 menit sampai batas pengamatan tim tidak ada satu pun petugas yang melihat. Jadi keputusan kami bahwa tim Hisab Rukyat Provinsi Bali hilal tidak kelihatan," ujar Kepala Bidang Bimas Islam, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Nurkhamid, Kamis (23/4/2020) malam.

Dia menuturkan, pengamatan hilal untuk penentuan awal Ramadhan 1441 H dilakukan di Pantai Jerman, Kuta pada sore tadi. Namun hingga waktu habis, tim tidak dapat melihat hilal karena tertutup awan.

Dia menjelaskan, secara teori sebenarnya hilal sudah berada pada posisi tiga derajat. Walaupun tipis tapi karena tertutup awan mendung maka hilal di wilayah tersebut tidak terlihat.

"Jadi semua tim yang melaksanakan pemantauan baik dari Kementerian Agama, Pengadilan Agama Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, NU Provinsi Bali, Muhammadiyah Provinsi Bali dan BMKG serta MUI Provinsi Bali tidak ada yang melihat hilal," katanya.

Hasil pengamatan hilal di wilayah Bali ini, kata dia, telah dilaporkan ke Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama RI.

Terkait kegiatan pemantauan hilal, dia mengatakan, tim melaksanakan sejumlah protokol pencegahan penyebaran Covid-19seperti dengan menjaga jarak dan seluruh petugas pemantauan mengenakan masker.

"Sebelum melaksanakan pemantauan hilal, seluruh petugas Tim Hisab Rukyat Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali juga telah menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebagai upaya kami bersama untuk mencegah penyebaran COVID-19," ujarnya.

Sore tadi, Menteri Agama Fachrul Razi telah menetapkan bahwa awal puasa 1441 Hijriah tahun 2020 Masehi jatuh pada Jumat (24/4/2020). Keputusan itu setelah melakukan sidang isbat yang diikuti perwakilan organisasi masyarakat, ahli astronomi, tamu undangan dan lainnya di Jakarta.


Editor : Reza Yunanto