Terbakar Cemburu, Pemuda di Bali Sebar Video Porno Mantan Pacar di Medsos

dewi umaryati ยท Jumat, 09 Oktober 2020 - 10:32 WITA
Terbakar Cemburu, Pemuda di Bali Sebar Video Porno Mantan Pacar di Medsos
Ilustrasi video porno

DENPASAR, iNews.id - Direktorat Reskrimsus Polda Bali menangkap seorang pemuda berinisial KM asal Gianyar yang menyebarkan video porno hubungan intim bersama seorang perempuan ke media sosial. Pelaku melakukan hal itu setelah korban yang merupakan mantan pacar menolak cintanya.

"Ini yang namanya cinta ditolak, medsos bertindak. Pelaku saat ini sudah kami tangkap dan ditahan," kata Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP I Gusti Putu Ayu Suinaci, Jumat (9/10/2020).

Menurutnya, kasus ini bermula dari beredarnya screenshoot unggahan sebuah akun Facebook yang memuat cuplikan video vulgar adegan intim. Unggahan tersebut viral di media sosial.

"Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan akun milik korban yang ternyata dikuasai pelaku," kata perwira menengah ini.

Kepada polisi, pelaku mengaku menyebar video tersebut karena cemburu, setelah korban menolak cintanya dan memilih berpacaran dengan pria lain. Pelaku juga memeras korban. Jika tidak diberi uang, video tersebut akan disebarluaskan ke media sosial.

"Tersangka mengancam dan memeras korban minta uang Rp10 juta. Jika tidak diberikan, video asusila itu akan disebarkan," katanya.

Dari barang bukti ponsel dan laptop yang disita, polisi justru menemukan fakta baru. Hubungan intim yang dilakukan korban dan pelaku itu dibuat pada 2018, saat korban masih di bawah umur. Saat itu korban diiming-imingi akan dibayarkan uang sekolahnya jika bersedia direkam saat melakukan hubungan intim.

"Video itu direkam tahun 2018, saat usia korban masih belum dewasa sehingga tersangka juga kami jerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak," katanya.

Atas perbuatannya itu, KM ditahan di rutan Polda Bali. Dia dijerat pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 dan/atau Pasal 6 jo Pasal 32 Undang-Undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dan/atau Pasal 76E jo Pasal 82 ayat 1 Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Pelaku terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksiml 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp5 Miliar," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto