Terapi Arak untuk Pengobatan Pasien Covid-19 di Bali, Gubernur Koster: Yang Sembuh Banyak!

Antara ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 18:06 WIB
Terapi Arak untuk Pengobatan Pasien Covid-19 di Bali, Gubernur Koster: Yang Sembuh Banyak!
Gubernur Wayan Koster dalam Rapat Kordinasi penerapan tatanan kehidupan baru di Bali yang akan dimulai 9 Juli 2020. (Foto: Humas Pemprov Bali)

DENPASAR, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan menggunakan arak sebagai terapi pengobatan pasien Covid-19. Terapi ditujukan untuk pasien positif dalam keadaan sehat atau tanpa gejala.

Gubernur Wayan Koster mengatakan, penggunaan arak Bali sebagai terapi itu sebelumnya sudah pernah dicoba.

"Itu ternyata efektif sekali. Yang baru kena positif, dua hari dilakukan treatment ini pada hari ketiga negatif dan sembuh," ujar Koster di Rumah Jayasabha, Denpasar, Rabu (22/7/2020).

Koster menjelaskan, arak Bali yang sudah didestilasi khusus itu juga telah diuji cobakan kepada ratusan orang pasien positif yang dirawat di sejumlah lokasi karantina.

"Sudah diuji coba dengan ekstraksi daun jeruk purut (lemon), kemudian dikasih minyak kayu putih. Ternyata sekarang sembuhnya sudah meningkat jauh bagi mereka yang dirawat di tempat karantina," ucapnya.

Koster mengklaim dirinya yang memprakarsai terapi menggunakan arak Bali untuk pengobatan Covid-19. Dia kemudian menugaskan seorang peneliti untuk membuat ramuan berbahan arak Bali yang sudah didestilasi khusus.

"Awalnya dari 19 sampel, yang sembuh 15. Dinaikkan sampel 40, 100, dan 200, hampir 80 persen sembuh dengan treatment ini," ujar politisi PDIP ini.

Dia melanjutkan, setelah dilakukan terapi arak Bali kepada pasien yang dirawat di tempat karantina, pemerintah Bali kini tak kesulitan lagi soal kapasitas karantina.

Koster mengatakan tempat karantina yang awalnya sempat kekurangan bahkan sampai menyewa tiga hotel karena banyaknya pasien positif, kini sudah banyak yang longgar.

"Yang membahagiakan saya, sembuh dari treatment ini, banyak. Yang melakukan uji laboratorium itu Prof Gelgel, tetapi araknya didestilasi secara khusus," ujarnya.

Melansir data Laporan Media Harian Covid-19, jumlah kasus positif di Bali kini mencapai 2.934 orang. Pasien sembuh mencapai 2.178 orang, dan pasien meninggal 46 orang.


Editor : Reza Yunanto