Tawarkan Jasa lewat Facebook, 2 Tersangka Pemalsuan Surat Rapid Test Ditangkap

Antara ยท Rabu, 14 Oktober 2020 - 07:34 WITA
Tawarkan Jasa lewat Facebook, 2 Tersangka Pemalsuan Surat Rapid Test Ditangkap
Konferensi pers penangkapan dua tersangka pemalsuan surat rapid test, di Polsek Denpasar Selatan, Selasa (13/10/2020). (Foto: Antara/Ayu Khania Pranisitha)

DENPASAR, iNews.id - Dua tersangka pemalsuan surat rapid test Covid-19 di salah satu fasilitas kesehatan wilayah Denpasar ditangkap polisi. Kedua menawarkan jasa surat rapid test lewat media sosial Facebook.

Kedua tersangka yakni Denny Hidayat (24) dan Oki Santoni (23). Modus tindak pidana pemalsuan surat itu dengan cara surat asli hasil rapid test Quantum Sarana Medik yang nonreaktif discan dan diedit menggunakan nama pemesan yang ditawarkan lewat media sosial.

Tersangka Denny Hidayat bertugas menawarkan hasil tes cepat Covid-19 dengan harga Rp50.000. Jika ada yang memesan, selanjutnya tersangka Denny akan meminta identitasnya lalu dikirimkan kepada tersangka Oki Santoni.

Sementara, tersangka Oki Santoni bertugas dalam pembuatan surat tes cepat Covid-19 untuk pemesan. Hal itu dilakukan dengan cara melakukan pengeditan setelah memindai surat asli melalui aplikasi photoshop.

"Setelah itu, tersangka Denny Hidayat bertugas mencetak dan bertemu dengan pemesannya. Nanti hasil dibagi berdua dan akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," kata Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Citra Fatwa Rahmadani, Selasa (13/10/2020)

Kedua tersangka sudah beraksi sejak 21 September 2020, dan sudah menjual sebanyak tiga surat.

"Surat yang sudah terjual ini, berhasil menyeberangkan pemesan tersebut ke Pulau Jawa," katanya.

Sementara itu, untuk tersangka Denny Hidayat selain terlibat dalam kasus pemalsuan surat rapid test juga menjadi tersangka kasus pencurian handphone di salah satu toko wilayah Denpasar Selatan.

Tersangka Denny Hidayat melakukan pencurian pada (7/10/2020) sekitar pukul 07.50 wita dengan alasan untuk mencetak dokumen. Saat itu, tersangka melihat ada handphone di atas meja tersebut dan saat pegawai lengah, tersangka langsung mengambil handphone korban dan pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Atas perbuatannya, tersangka Denny Hidayat disangkakan dengan pasal 362 KUHP tentang tindak pencurian dan pasal 263 KUHP ayat (1) tentang tindak pidana pemalsuan surat. Sedangkan tersangka Oki Santoni disangkakan pasal 263 KUHP ayat (1) tentang tindak pidana pemalsuan surat.

"Untuk Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sedangkan Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana pemalsuan surat, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara," ucapnya.


Editor : Nani Suherni