Tangis Haru Iringi Pemakaman Pramugari Siwijaya Air Mia Tresetyani Wadu

I Gusti Bagus Alit Sidi W ยท Kamis, 21 Januari 2021 - 16:43:00 WITA
Tangis Haru Iringi Pemakaman Pramugari Siwijaya Air Mia Tresetyani Wadu
Orang tua Mia Tresetyani Wadu, pramugari Sriwijaya Air SJ-182 tak kuasa menahan tangis saat melihat pemakaman putrinya di Badung. (Foto: iNews/Bagus Alit)

DENPASAR, iNews.id – Tangis haru mengiringi prosesi pemakaman pramugari Sriwijaya Air Sj-182, Mia Tresetyani Wadu di pemakaman umat Kristiani Taman Mumbul, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali, Kamis (21/1/2021).  

Tak hanya keluarga, kerabat, dan rekan yang merasa kehilangan. Pendeta Stefanus Ruben Djo yang memimpin jalannya prosesi pemakaman juga terlihat tak mampu menutupi kesedihannya hingga harus terbata-bata untuk menahan tangis saat memimpin prosesi doa bersama. 

Suasana duka itu sudah terasa sejak jenazah Mia Tresetyani Wadu dibawa mobil ambulans menuju peristirahatan terakhirnya di pemakaman Taman Mumbul. 

Peti jenazah kemudian digotong bersama-sama oleh pihak keluarga dan rekan sejawat korban. Pendeta Stefanus Ruben Djo yang memimpin jalannya prosesi pemakaman kemudian memberi aba-aba yang menandai diturunkannya peti jenazah Mia Tresetyani ke liang lahat. 

Prosesi pemakaman pramugari Siriwjaya Air SJ-182, Mia Tresetyani di Badung, Bali. (Foto: iNews/Bagus Alit)
Prosesi pemakaman pramugari Siriwjaya Air SJ-182, Mia Tresetyani di Badung, Bali. (Foto: iNews/Bagus Alit)

Suasana semakin khidmat saat keluarga dan kerabat bersam-sama melantunkan kidung pujian. Pendeta kemudian melemparkan segenggam tanah di atas peti sebagai pertanda ditutupnya liang lahat. 

Bersamaan dengan itu, isak tangis dan histeris keluarga hadir di areal pemakaman tak terelakkan. Kedua orang tua korban hanya diam terpaku menyaksikan peti jenazah masuk ke dalam tanah.

Sepupu Mia Tresetyani Putri, Yudi Irawan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemakaman korban.

“Setelah ini ada prosesi lebih lanjut pada hari Sabtu nanti yakni ibadah syukur,” katanya. 

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2