Tahanan Gangguan Jiwa Mengamuk di Sel Lapas Karangasem, 1 Orang Terluka

Dewi Umaryati · Minggu, 03 Oktober 2021 - 20:11:00 WITA
Tahanan Gangguan Jiwa Mengamuk di Sel Lapas Karangasem, 1 Orang Terluka
Seorang tahanan mengalami luka-luka setelah tahanan lain dengan gangguan jiwa mengamuk di Lapas Kelas IIB Karangasem, Bali. (Foto: iNews/Dewi Umaryati)

DENPASAR, iNews.id - Seorang tahanan titipan Pengadilan Negeri (PN) Amlapura bernama I Wayan Carma diduga mengalami gangguan jiwa mengamuk di sel tahanan Lapas Kelas IIB Karangasem. Akibatnya, satu orang tahanan titipan yang satu sel dengan pelaku mengalami luka.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat (1/10/2021) pukul 23.55 Wita, tepatnya di kamar tahanan nomor 2 blok C wisma pria.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Jamaruli Manihuruk menjelaskan antara pelaku dan korban merupakan tahanan titipan PN Amlapura. 

"Mereka baru beberapa hari dititipkan PN Amlapura di Lapas Karangasem dan kasusnya masih dalam proses sidang," kata Jamaruli, Minggu (3/10/2021).

Pelaku bernama Carma diduga mengalami gangguan jiwa hingga menyerang tahanan lain bernama Ajral. 

Akibatnya korban mengalami luka robek dan lebam di bagian kepala. 

Peristiwa ini bermula ketika pelaku meminta lima rekannya yang ada dalam satu sel untuk tidur.

"Saat semuanya tidur inilah, pelaku menyerang korban. Teman satu sel yang melihat ada perkelahian langsung melerai dan petugas dengan cepat datang mengamankan pelaku," ujar Jamaruli. 

Pascakejadian, pelaku langsung dimasukkan ke sel isolasi atau karantina sementara korban Ajral dibawa ke RSUD Karangasem untuk mendapat perawatan. 

"Setelah kejadian ini, dari lapas telah menghubungi PN Amlapura agar mengeluarkan surat pembantaran untuk korban penganiayaan," katanya. 

Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan petugas lapas, Carma mengaku marah pada korban.

"Pelaku marah melihat cara korban mengerjakan salat dianggap sedang memberi mantra membuat pelaku sulit tidur selama tiga hari," katanya. 
 
Pelaku Carma diketahui merupakan residivis kasus penganiayaan yang dititipkan ke Lapas Kelas IIB Karangasem pada akhir Agustus lalu. 

Menurut Jamaruli, proses penitipan tahanan telah dilakukan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan termasuk memeriksa barang bawaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Pelaku juga menunjukkan surat sehat kepada petugas. Namun memang selama di tahanan, pelaku sulit diajak berkomunikasi baik dengan petugas maupun sesama tahanan atau napi," kata Jamaruli. 

Dari lapas juga telah menghubungi PN Amlapura agar mengeluarkan rekomendasi untuk memeriksakan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: