Mengenal Suku-Suku di Bali dan Nusa Tenggara, Ada Tradisi Unik Kawin Lari

Tri Erysandi ยท Selasa, 13 September 2022 - 16:05:00 WITA
Mengenal Suku-Suku di Bali dan Nusa Tenggara, Ada Tradisi Unik Kawin Lari
Suku-suku di Bali dan Nusa Tenggara masih melestarikan budaya hingga kini. (Foto: dok iNews.id)

Suku Nyama Selam

Di Bali juga terdapat suku lain yaitu Suku Nyama Selam. Suku ini mayoritas beragama Islam. Menurut bahasa, Nyama memiliki arti saudara dan Selam yang berarti Islam.

Suku Nyama Selam dan Suku Bali memiliki tradisi yang cukup unik bernama tradisi Ngejot. Tradisi ini adalah tradisi saling membantu satu sama lain dan berbagi makanan saat hari raya tiba. Tradisi ini juga terjadi setiap hari raya umat Hindu di Bali dan hari raya umat Islam di Bali.

Suku Sasak 

Suku-suku di Bali dan Nusa Tenggara selanjutnya adalah Suku Sasak. Suku ini adalah penduduk mayoritas di Pulau Lombok yang beragama Islam dan bahasa sehari-harinya menggunakan bahasa Sasak. 

Suku Sasak juga memiliki tradisi yang unik yaitu tradisi menarik atau pelarian. Tradisi ini terjadi saat acara perkawinan, yakni  mempelai wanita akan melarikan diri ke rumah mempelai pria tanpa sepengetahuan orang tua mempelai wanita.

Tradisi ini memiliki aturan yaitu sebelum lari ke rumah mempelai pria, orang tua mempelai wanita harus sudah mengetahui bahwa anak perempuannya akan menikah. Tradisi ini masih dilakukan oleh Suku Sasak, karena mereka percaya jika tradisi ini dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum pernikahan.

Suku Bayan

Suku ini menjadi salah satu suku bangsa yang tinggal di Bali yang berasal dari pulau Lombok Utara. Suku Bayan umumnya adalah beragama Islam dengan keyakinan terhadap Islam Wetu Telu.

Suku Bayan merupakan bagian dari masyarakat Suku Sasak. Suku ini dikenal sebagai pusat budaya tertua di Lombok. Suku Bayan menggunakan bahasa sehari-hari yaitu bahasa Sasak. 

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: