Sempat Dibuka 2 Pekan, Desa Penglipuran di Bali Kembali Tutup

Indira Arri ยท Kamis, 17 September 2020 - 13:51 WITA
Sempat Dibuka 2 Pekan, Desa Penglipuran di Bali Kembali Tutup
Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali kembali ditutup setelah dibuka terbatas selama dua pekan. (iNews.id/Indira Arri)

BANGLI, iNews.id - Sempat dibuka terbatas selama dua pekan, objek wisata Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali kembali ditutup. Penutupan tersebut terkait meningkatnya kasus Covid-19 di Bali.

"Penutupan mulai tanggal 16 September kemarin bertepatan dengan Galungan," ujar Ketua Pengelola Desa Penglipuran, I Nengah Moneng, Kamis (17/9/2020).

Dia mengatakan, penutupan Desa Penglipuran dilakukan setelah pengelola menerima surat dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Bali.

Menurutnya, surat tersebut tidak secara langsung meminta pengelola menutup desa. Namun surat tersebut mengatur tentang pembatasan upacara adat serta keagamaan di desa yang pernah dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia ini.

Dia menambahkan, Desa Penglipuran sebenarnya belum pernah dinyatakan dibuka untuk umum. Namun pada awal September 2020 lalu dibuka terbatas, karena pariwisata Bali secara umum mulai dibuka untuk wisatawan lokal dan domestik.

Penutupan Desa Penglipuran membuat kegiatan pariwisata untuk sementara ditutup. Sedangkan upacara adat dan keagamaan bisa tetap dilakukan dengan pembatasan.

"Pariwisata untuk sementara ditutup dulu. Termasuk kegiatan ritual adat disederhanakan, dengan tidak mengurangi makna yaitu diatur jumlah peserta," katanya.


Editor : Reza Yunanto