Sempat Diagnosis DBD-Tifus, Pegawai Kecamatan di Bali Meninggal Ternyata Positif Covid-19

Pande Wismaya ยท Senin, 28 September 2020 - 10:40:00 WITA
Sempat Diagnosis DBD-Tifus, Pegawai Kecamatan di Bali Meninggal Ternyata Positif Covid-19
Petugas BPBD Buleleng melakukan kremasi pasien Covid-19 yang meninggal, Minggu (27/9/2020). (iNews.id/Pande Wismaya)

BULELENG, iNews.id - Seorang pegawai kecamatan di Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali meninggal dunia. Sempat didiagnosis demam berdarah dengue (DBD) dan tifus, pegawai tersebut ternyata positif terjangkit Covid-19.

"Jadi memang benar ada staf kami yang meninggal," kata Camat Seririt, Nyoman Agus Kartika Yudha, Minggu (27/9/2020).

Menurutnya, pegawai kecamatan tersebut sudah lebih dari tiga pekan sejak 4 September 2020 tak masuk kantor karena sakit. Pegawai laki-laki berusia 45 tahun itu saat di rumah sakit sempat didiagnosa demam berdarah dan tifus. Selain itu dia punya penyakit penyerta ginjal.

Pegawai tersebut kemudian dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng karena tak sadarkan diri pada 24 September 2020. Namun dua hari kemudian yakni 26 September 2020 pasien tersebut meninggal dunia.

"Setelah meninggal kemudian dimakamkan dengan dibakar (kremasi) sesuai protokol Covid-19," katanya.

Terkait kematian salah satu pegawai kecamatan itu, dia mengatakan belum ada instruksi untuk menutup kantor kecamatan. Salah satu pertimbangan karena pegawai kecamatan tersebut sudah lebih dari tiga pekan tidak datang ke kantor.

"Belum ada instruksi penutupan kantor dan tetap melayani masyarakat seperti biasa. Sebab yang bersangkutan sudah tiga minggu tidak kontak," ujarnya.

Dari video amatir yang beredar, jenazah pegawai kecamatan tersebut telah dikremasi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan alat peindung diri (APD) lengkap. Pihak keluarga menyaksikan prosesi kremasi dari jarak jauh.


Editor : Reza Yunanto