Rusia Pulangkan 4.000 Warganya di Bali Sejak Merebak Covid-19

Antara ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 17:17 WIB
Rusia Pulangkan 4.000 Warganya di Bali Sejak Merebak Covid-19
Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobeiva memberikan keterangan pers di Kedubes Rusia di Jakarta. (Antara)

JAKARTA, iNews.id- Pemerintah Rusia telah memulangkan lebih dari 4.000 warganya yang berada di Bali sejak merebaknya virus corona (Covid-19). Pemulangan itu dilakukan dengan penerbangan bertahap sebanyak 13 kali.

"Pada April, kami mencatat sekitar 6.000 warga Rusia yang ingin pulang dari Bali, dan lebih dari 4.000 orang di antaranya sudah direpatriasi hingga saat ini," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva dalam temu media di Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Dubes Vorobeiva menyebut, pemulangan itu difasilitasi oleh Kedutaan Besar Rusia di Jakarta melalui 13 penerbangan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar.

Vorobeiva menambahkan, menurut data Pemerintah Rusia, sejak wabah Covid-19 merebak secara global, togal warga Rusia yang direpatriasi dengan bantuan Kedutaan Besar di seluruh dunia sekitar 50.000.

Lebih dari 30.000 di antara mereka pulang dengan pesawat maskapai Rusia, sementara sisanya pulang dengan pesawat maskapai asing dan sewaan.

"Kami merencanakan, setidaknya, satu penerbangan lagi untuk memulangkan (warga Rusia dari Bali). Kebanyakan pesawat yang digunakan adalah dari maskapai nasional kami," ujarnya.

Vorobeiva mengatakan, Rusia mengonfirmasi hampir 700.000 kasus positif Covid-19 dari 21,5 juta tes yang telah dilakukan. Jumlah pasien sembuh mencapai 460.000 orang dan sekitar 10.000 pasien meninggal dunia.

Menurutnya, dengan angka kasus itu Rusia berada di posisi tertinggi ke-4 dunia. Kendati demikian, pemerintah Rusia menyatakan bahwa saat ini pertambahan kasus baru harian sudah rendah, yakni kurang dari 1 persen dengan langkah karantina yang dinilai cukup berhasil.

"Kurva sudah melandai dan negara kami mulai secara perlahan mencabut aturan pembatasan yang sebelumnya sangat ketat, sehingga kehidupan kembali ke normal baru," katanya.


Editor : Reza Yunanto