Ruang Isolasi Penuh, Buleleng Rujuk 4 Pasien Covid-19 ke RSUP Sanglah

dewi umaryati ยท Senin, 04 Mei 2020 - 22:39:00 WITA
Ruang Isolasi Penuh, Buleleng Rujuk 4 Pasien Covid-19 ke RSUP Sanglah
Kasus transmisi lokal di Buleleng, Bali, meningkat. (Foto: iNews.id/Dewi Umaryati)

BULELENG, iNews.id – Kasus baru positif Covid-19 di Buleleng per 4 Mei 2020 bertambah empat sehingga totalnya kini menjadi 37 orang. Penambahan kasus positif corona yang tidak diiringi dengan penambahan fasilitas membuat sejumlah pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain di luar Kabupaten Buleleng.

 Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, empat kasus baru ini seluruh dari transmisi lokal, yaitu tiga orang pedagang Pasar Desa Bondalem dan satu orang lagi pernah kontak langsung dengan pasien register 18.

Sementara untuk pasien sembuh secara keseluruhan berjumlah 13 orang dan yang meninggal nihil. Untuk pasien positif yang masih dalam perawatan sebanyak 24 orang.

“Di Rumah Sakit Giri Emas saat ini merawat 20 pasien, yaitu 18 orang positif Covid-19, satu Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan satu orang lagi yang tanpa gejala (OTG). Sementara di ruang Mahottama RSUD Buleleng ada dua pasien positif,” kata Gede Suyasa, Senin (4/5/2020).

Sementara empat pasien positif Covid-19 masing-masing PDP register 30, 35, 36, 37 dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar. Mereka seluruhnya merupakan pedagang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif register 18, yang masih dirawat di rumah sakit.

“Seluruh pasien yang kita rujuk ini karena ruang isolasi yang ada exhaust fan (kipas pembuang udara kotor) di Rumah Sakit Giri Emas telah penuh. Perlu diketahui juga, pasien yang dirujuk ini kondisinya stabil, secara fisik sehat, dan tergolong usia muda,” ucap Gede Suyasa.

Terkait terus bertambahnya kasus positif Covis-19, namun ruang isolasi yang terbatas, Rumah Sakit Giri Emas berencana menambah tiga ruangan lagi. “Jika satu ruangan ada empat exhaust fan, berarti bisa gunakan untuk 12 pasien,” katanya.

Namun hal ini harus dilakukan secara hati-hati karena banyak pasien positif yang dirawat di ruangan itu. “Jika perluasan ruangan ini masih belum mencukupi, kita akan gunakan Rumah Sakit Tangguwisia di Kecamatan Seririt. Tapi kita akan terus melihat perkembangan karena Tangguwisia juga menerima pasien umum,” kata Suyasa.

Editor : Dewi Umaryati