Remaja Hong Kong Penyelundup Sabu 4 Kg Dituntut 20 Tahun Penjara di Bali

Antara ยท Rabu, 13 Mei 2020 - 08:55 WIB
Remaja Hong Kong Penyelundup Sabu 4 Kg Dituntut 20 Tahun Penjara di Bali
Remaja asal Hong Kong penyelundup sabu 4 Kg menjalani persidangan di PN Denpasar. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Pengadilan Negeri (PN) Denpasar melanjutkan sidang kasus penyelundupan sabu seberat 4 kilogram dengan terdakwa Man Chun Kwok (19). Remaja asal Hong Kong itu dituntut 20 tahun penjara oleh jaksa.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Man Chun Kwok dengan pidana penjara selama 20 tahun," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Ayu Ketut Sulasmi dalam sidang yang digelar secara telekonfrensi di Denpasar, Selasa (12/5/2020).

Dalam amar tuntutan, jaksa menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika yaitu sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan alternatif kedua.

Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa, yakni perbuatan terdakwa dapat memberikan citra negatif terhadap pulau Bali sebagai daerah tujuan wisata Internasiona. Terdakwa juga bagia dari perbuatan jaringan Internasional.

"Dan barang bukti yang dikuasai oleh terdakwa melebihi dari aturan SEMA No. 4 tahun 2010," ujarnya.

Sedangkan untuk hal-hal yang meringankan yaitu terdakwa menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbutannya.

Kasus yang menjerat terdakwa bermula ketika aksinya menyelundupkan sabu diketahui petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai pada 12 Januari 2020 lalu.

Saat itu pada barang bawaan terdakwa ditemukan satu koper warna ungu yang di dalamnya ada 4 paket sabu dengan berat masing-masing 1.000 gram netto

Berdasarkan hasil interogasi, terdakwa mengaku menyelundupkan sabu tersebut atas perintah dari seseorang yang tidak dikenalnya. Terdakwa dijanjikan upah sebesar 10.000 dollar Hong Kong jika berhasil mengantarkan sabu ke penerima di Bali.

"Namun terdakwa baru menerima 3.000 Dollar Hong Kong untuk biaya perjalanan ke Bali dan sisanya 7.000 Dollar Hong Kong akan diberikan setelah terdakwa menyelesaikan tugasnya," ujar Jaksa.


Editor : Reza Yunanto