Razia Gabungan Polisi dan Dishub Bali Incar Truk Kelebihan Muatan yang Bikin Rusak Jalan

Antara ยท Kamis, 09 Januari 2020 - 18:17 WITA
Razia Gabungan Polisi dan Dishub Bali Incar Truk Kelebihan Muatan yang Bikin Rusak Jalan
razia truk (dok iNews.id)

JEMBRANA, iNews.id – Tim gabungan Polres Jembrana dan Dinas Perhubungan (Dishub) Bali melakukan razia terhadap truk yang melebihi muatan. Selain membahayakan keselamatan, juga merusak jalan.

"Banyak kasus kecelakaan yang disebabkan truk bermuatan melebihi tonase, seperti tidak kuat saat menanjak. Karena itu kami melakukan operasi gabungan ini," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana Iptu Sinta Ayu Pramesti, di jembatan timbang wilayah Cekik, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali., Kamis (9/1/2020).

Ia mengatakan, truk yang memuat barang melebihi tonase, juga menyebabkan kerusakan di jalan raya Denpasar-Gilimanuk, yang sudah dirancang untuk menahan beban kendaraan dengan berat tertentu.

Selain melakukan penindakan terhadap truk yang kelebihan muatan, menurutnya, dalam operasi ini penindakan juga dilakukan terhadap pelanggaran lalu lintas lainnya.

Dari razia yang dilakukan, aparat menindak sembilan truk yang kelebihan muatan, lima kendaraan tanpa STNK, sebelas pengemudi tanpa SIM, kelebihan dimensi dua kendaraan dan lima kendaraan karena KIR mati.

"Sebanyak 29 kendaraan juga kami minta kembali ke Jawa, karena mereka sudah melakukan pelanggaran di Jawa. Seharusnya tidak boleh melanjutkan perjalanan ke Bali," kata Sinta.

Data dari jembatan timbang, setiap hari ada saja kendaraan muatan barang yang melakukan pelanggaran dan dilakukan penindakan.

Razia yang dilakukan petugas gabungan ini membuat kaget pengemudi kendaraan barang, dan beberapa diantaranya sempat mengutarakannya keberatannya.

Salah seorang sopir yang mengangkut barang dari Malang dengan tujuan Denpasar mengaku, saat di Pulau Jawa dirinya sudah terkena razia sejenis, tapi tidak ditindak karena dianggap tidak melanggar.

Ia mengatakan, kendaraan barang yang ia kemudikan oleh petugas dikatakan melebihi panjang, namun saat operasi serupa di Jawa dianggap tidak melanggar.

"Saya tidak pernah menambah panjang bak kendaraan saya. Di Jawa sudah diperiksa, dan boleh melanjutkan perjalanan karena tidak melanggar," katanya.


Editor : Reza Yunanto