Ratusan Pura di Bali Disemprot Disinfektan Jelang Galungan, Sembahyang Dibatasi 30 Orang

Bagus Alit ยท Selasa, 15 September 2020 - 11:58 WITA
Ratusan Pura di Bali Disemprot Disinfektan Jelang Galungan, Sembahyang Dibatasi 30 Orang
Pura Penataran Dalem di Legian, Badung, Bali disemprot disinfektan menjelang perayaan Galungan. (iNews.id/Bagus Alit)

DENPASAR, iNews.id - Ratusan Pura di Bali disemprot disinfektan jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Penyemprotan dilakukan oleh desa adat untuk mencegah penularan Covid-19 saat upacara keagamaan.

Selain menyemprot disinfektan, pemasangan marka protokol kesehatan juga dilakukan di areal pura, seperti memasang pembatas jarak dan lokasi duduk para pemedek atau warga yang akan menjalankan persembahyangan.

Seperti yang dilakukan Desa Adat Legian, di Kuta, Badung, Bali. Petugas desa adat dan Satgas Covid-19 telah melakukan pemasangan marka jaga jarak di Pura Dalem Penataran.

Pelaksanaan protokol kesehatan yang diperketat ini untuk memastikan agar tidak terjadi klaster penyebaran Covid-19 dari pura.

"Hanya saja persoalannya kita enggak tahu kalau ada OTG, sehingga kita lakukan penyemprotan ini," kata Ketua LPM Desa Adat Legia, Wayan Puspanegara, Selasa (15/9/2020).

Pura di Bali dipasang marka jaga jarak jelang perayaan Galungan. (iNews.id/Bagus Alit)
Pura di Bali dipasang marka jaga jarak jelang perayaan Galungan. (iNews.id/Bagus Alit)

Khusus untuk upacara tahun ini, Pengempon Pura tidak menggelar prosesi persembahyangan bersama. Persembahyangan dilakukan berdasarkan waktu tertentu yang terbagi mulai pagi hingga malam hari.

Dia mengatakan, pengaturan maksimal 30 orang di Desa Adat Legian bisa dilakukan dengan pemasangan marka jaga jarak ini.

"Sesuai peraturan pemerintah kegiatan upacara keagamaan maksimal 30 orang," ujarnya.

Sementara itu Ketua Penrepti Desa Adat Legian, Anak Agung Putu Oka Hartawan mengatakan, penerapan protokol kesehatan yang diperketat di pura untuk memastikan tidak terjadi penularan Covid-19 dari klaster upacara adat.

Bila sebelum pandemi, upacara di pura bisa menimbulkan kerumunan banyak orang, maka saat ini ada pembatasan untuk menjamin protokol kesehatan terlaksana.

"Sehingga persembahyangan bisa seminimal mungkin tidak berkerumun. Pecalang akan mengontrol di luar agar warga tidak membeludak seperti sebelum pandemi," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto