Puluhan Babi di Karangasem Bali Mati, Peternak Mengaku Rugi

Yunda Ariesta ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 11:27 WIB
Puluhan Babi di Karangasem Bali Mati, Peternak Mengaku Rugi
Peternak babi di Karangasem Bali mengaku rugi setelah belasan babi miliknya mendadak mati. (Foto: iNews.id/Yunda Ariesta)

KARANGASEM, iNews.id – Kasus babi mati mendadak di Provinsi Bali meluas hingga ke Kabupaten Karangasem. Puluhan babi milik peternak di Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem dilaporkan mati mendadak dalam sebulan terakhir.

“Hampir 17 yang mati,” kata seorang peternak Wayan Semadi, Rabu (26/2/2020).

Wayan mengatakan, babi miliknya mulai menunjukkan gejala sakit dalam sepekan terakhir. Sebelum akhirnya mati, babi tersebut biasanya tidak mau makan dan suhu tubuhnya panas selama tiga hari.

“Yang terakhir mati satu indukan sama tiga anaknya. Beratnya sudah 60 kilogram,” kata Wayan.

Wayan khawatir kematian babi terus merembet ke babi lainnya. Sebab, beberapa babi miliknya kini dalam kondisi yang sama, sakit dan terlihat lemas.

Wayan mengaku tidak tahu penyebab kematian babi miliknya. Menurut Wayan, para peternak telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Peternakan setempat.

Dinas Peternakan belum bisa memastikan penyebab kematian puluhan babi milik peternak, karena baru mengambil sampel untuk diperiksa di Denpasar. Dinas Peternakan, kata Wayan, hanya memberi saran untuk terus menyemprotkan cairan desinfektan ke kandang babi.

Wayan mengaku mengalami kerugian yang besar setelah belasan babi miliknya mati. Apalagi 3 ekor babi yang mati adalah babi indukan.

Karena belasan babi miliknya mati, Wayan tidak bisa mendapat pemasukan dari hasil menjual babi lagi. Akibatnya dia mengaku tak sanggup untuk menanggung biaya pakan dan pembelian bibit babi selanjutnya.

“Harapan kami ada bantuan supaya kami bisa beternak lagi. Ini sudah rugi sekitar Rp7 juta,” kata Wayan.


Editor : Reza Yunanto