Prosesi Kremasi Raja Pamecutan XI Bali Libatkan Kesenian Umat Muslim

Indira Arri · Rabu, 19 Januari 2022 - 09:44:00 WITA
Prosesi Kremasi Raja Pamecutan XI Bali Libatkan Kesenian Umat Muslim
Rangkaian prosesi pelebon atau kremasi Raja Pamecutan XI melibatkan kesenian umat Muslim di Denpasar, Bali, Selasa (18/1/2022). (Foto: iNews/Indira Arri).

DENPASAR, iNews.id - Pelebon atau kremasi Raja Pamecutan XI di Bali diawali prosesi Mapeed atau pawai ogoh-ogoh mengelilingi Kota Denpasar. Menariknya, kesenian Rodat khas umat muslim di Bali disertakan dalam pawai tersebut.

Pawai tersebut berlangsung pada Selasa (18/1/2022). Ribuan warga Denpasar memadati Jalan Gajah Mada hingga patung Catur Muka. 

Kesenian Rodat dibawakan oleh warga muslim dari Kampung Kepaon. Bukan tanpa alasan ada kesenian Islam dalam prosesi Mapeed ini.

Hal ini menandakan ikatan erat antara keluarga Puri Pamecutan dengan umat Muslim di Bali yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu.

Rangkaian prosesi pelebon atau kremasi Raja Pamecutan XI di Denpasar, Bali, Selasa (18/1/2022). (Foto: iNews/Indira Arri).
Rangkaian prosesi pelebon atau kremasi Raja Pamecutan XI di Denpasar, Bali, Selasa (18/1/2022). (Foto: iNews/Indira Arri).

"Ini ada histori dengan Puri Pamecutan. Kami bersaudara antara muslim dengan umat Hindu. Ketika zaman kerajaan dulu kami selalu diminta kebersamaan setiap ada upacara-upacara dan sampai saat ini," kata seorang warga Muslim Kampung Kepaon, Sabyl.

Raja Pamecutan Ida Tjokorda Pamecutan XI meninggal pada 22 Desember 2021. Puncak acara pelebon atau kremasi akan berlangsung pada 21 Januari 2022.

Pelebon megah layaknya seorang raja yang meninggal menggunakan Bade Tumpang setinggi 18 meter dan berat 2 ton.

Sebelas Sulinggih akan memimpin upacara pelebon ini.

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: