Petugas Bandara Ngurah Rai Ditangkap, Ratusan Pegawai Kemenhub di Bali Tes Urine

Bagus Alit ยท Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:37:00 WITA
Petugas Bandara Ngurah Rai Ditangkap, Ratusan Pegawai Kemenhub di Bali Tes Urine
Ratusan pegawai Kementerian Perhubungan di Otoritas Bandara Wilayah IV Bali menjalani tes urine, Rabu (26/8/2020). (iNews.id/Bagus Alit)

DENPASAR, iNews.id - Ratusan pegawai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Kantor Otoritas Bandara (Otban) Wilayah IV, Bali menjalani tes urine. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut penangkapan seorang oknum pegawai Kemenhub di Bandara Ngurah Rai yang tertangkap menyelundupkan narkoba di Batam.

Tes urine dilakukan terhadap 108 pegawai Kemenhub di Otban Wilayah IV yang meliputi pejabat struktural, pegawai negeri sipil (PNS) dan non PNS, Rabu (26/8/2020). Tes tersebut atas arahan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Otban Wilayah IV sebagai langkah antisipasi penyalahgunaan narkoba oleh pegawai.

Rencana awal, ada 123 pegawai yang dijadwalkan menjalani tes urine. Namun 15 pegawai tidak hadir karena sedang melaksanakan tugas yang tak bisa ditinggalkan dan akan mengikuti tes urine selanjutnya yang akan dilakukan pekan depan.

Sementara itu pejabat Otban Wilayah IV mengatakan siap mendukung pengusutan kasus yang menjerat pegawai Kemenhub di Otban Wilayah IV bernama Rano Dwi Putra karena kasus penyelundupan sabu di Batam.

"Sudah ada koordinasi. Kami hanya diminta data dulu karena proses berlanjut," kata Kabag Tata Usaha Kantor Otban Wilayah IV, Noviansyah di kantornya, Denpasar, Rabu (26/8/2020).

Dia mengatakan, saat ini belum ada tindakan penggeledahan di kantor Otban Wilayah IV. Namun dia memastikan Otban Wilayah IV akan membantu sepenuhnya terkait data yang diperlukan penegak hukum.

Rano Dwi Putra ditangkap petugas Aviation Security Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau pada Sabtu (22/8/2020) karena berupaya menyelundupkan sabu seberat 3 kilogram. Saat ditangkap, Rano memakai seragam dinas harian Kemenhub.

Rano setidaknya sudah tiga kali meloloskan barang terlarang itu memanfaatkan seragam dinas dan pass bandara yang dimilikinya.


Editor : Reza Yunanto