Video Perangkat Desa di Jembrana Dukung Bakal Calon Bupati Viral di Media Sosial

Nyoman Sudika ยท Rabu, 26 Agustus 2020 - 16:03:00 WITA
Video Perangkat Desa di Jembrana Dukung Bakal Calon Bupati Viral di Media Sosial
Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan akan menyelidiki video viral perangkat desa yang mendukung bakal calon tertentu di pilkada serentak (foto : Nyoman Sudika)

JEMBRANA, iNews.id – Beredar viral di media sosial, video dan foto sejumlah kelian dinas dan kepala lingkungan di sebuah kecamatan di Kabupaten Jembrana, Bali yang mendukung pasangan calon tertentu. Terkait hal itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jembrana mengingatkan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat desa untuk menjaga netralitasnya.

“Kita masih mengumpulkan data dan menelusuri adanya informasi di media sosial, terkait postingan dukungan kepada pasangan bakal calon kepala daerah yang dilakukan perangkat desa di satu kecamatan di Jembrana,” kata Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan, Rabu (26/8/2020).

Dia mengatakan, setelah seluruh data terkumpul, Bawaslu akan mengambil langkah selanjutnya dengan mengidentifikasi apakah akun yang digunakan itu asli atau ada unsur editan.

“Sampai saat ini kita masih investigasi apakah akun ini asli atau tidak,” kata Made Ady.

Saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jembrana belum memutuskan pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang. Dia meminta agar perangkat desa selalu mematuhi Undang-Undang Desa yang mengatur netralitas perangkat desa.

“Di dalam undang-undang desa disebutkan beberapa larangan perbekel (kepala desa) untuk tidak terjun ke politik praktis. Para perangkat desa juga tidak boleh memberikan dukungan atau menjatuhkan sehingga merugikan pihak lain,” katanya.

Bawaslu, kata dia, juga akan melakukan pencegahan dini untuk menjaga netralitas ASN dan perangkat desa, dengan mengirim surat ke sejumlah instansi, baik KPU, Pemkab Jembrana, termasuk kantor kecamatan se-Jembrana.

“Kami dari Bawaslu mengingatkan untuk menjaga pelaksanaan pilkada mendatang berlangsung aman, damai dan berkualitas, serta tidak melakukan hal-hal yang berpotensi terjadi pelanggaran,” ujarnya.

Editor : Dewi Umaryati