Dinas Pertanian Ambil Sampel untuk Ungkap Kematian 116 Ekor Babi di Buleleng

Pande Wismaya ยท Senin, 24 Februari 2020 - 14:30 WIB
Dinas Pertanian Ambil Sampel untuk Ungkap Kematian 116 Ekor Babi di Buleleng
Ratusan ekor babi di peternakan PT Anugrah Bersama Sejahtera di Buleleng, Bali mendadak mati. (Foto: iNews.id/Pande Wismaya)

BULELENG, iNews.id – Penyebab kematian 116 ekor babi milik PT Anugrah Bersama Sejahtera (ABS) di Desa Bila, Kecamatan Kubu Tambahan, Kabupaten Buleleng, Bali masih misterius. Pemerintah Desa setempat telah meminta Dinas Pertanian mengambil sampel untuk mengetahui penyebab kematian mendadak itu.

“Saya suruh perbekel mengambil langkah-langkah agar babi yang mati dikuburkan. Lalu melapor ke dinas terkait. Suratnya ke Dinas Pertanian,” kata Camat Kubu Tambahan Made Suyasa, Senin (24/2/2020).

Menurut Suyasa, langkah-langkah yang diambil itu untuk mencegah penularan terhadap babi-babi lain yang ada di peternakan tersebut. Selain itu, juga untuk mencegah penularan ke babi-babi milik warga yang berada di sekitarnya.

“Kami meminta agar ini tak menjadi resah di masyarakat,” katanya.

PT ABS sebelumnya telah menjelaskan kalau kematian mendadak ratusan ekor babi itu telah terjadi pada 18 Februari 2020.  Awalnya hanya lima ekor. Namun terus bertambah dalam sepekan terakhir ini.

 “Tanggal 18 itu mulainya. Pertama kali cuma lima terus tambah sudah ratusan yang mati,” kata pengawas peternakan PT ABS,  Nyoman Suardana.

Dia menuturkan, babi yang mati umumnya babi indukan yang sedang hamil dan babi berukuran besar. Namun menurutnya ada beberapa babi ukuran anakan yang juga mati mendadak.

Penyebab kematian ratusan ekor babi itu hingga kini belum diketahui. PT ABS telah menguburkan ratusan ekor babi yang mati itu agar tidak menular ke babi yang lain, dan menyemprot desinfektan ke kandang babi.


Editor : Reza Yunanto