Gegara Virus ASF, Bupati Tabanan Borong 517 Babi Milik Peternak dan Warga

Sindonews.com ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 14:58 WIB
Gegara Virus ASF, Bupati Tabanan Borong 517 Babi Milik Peternak dan Warga
Babi hitam peliharaan peternak babi di Bali. (Foto: iNews.id/Pande Wismaya)

TABANAN, iNews.idBupati Tabanan, Provinsi Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti memborong 517 babi dari peternak dan masyarakat di Kabupaten Tabanan. Hal ini dilakukan untuk meringankan peternak dan masyarakat yang mengalami kerugian akibat kematian mendadak ribuan ekor babi di Bali diduga karena virus African Swine Flu (ASF).

“Jadi program ini saya buat adalah reaksi cepat, karena kita ingin meringankan derita peternak kita yang rugi besar gara-gara suatu virus yang melanda begitu cepat. Virus ini kecepatannya begitu cepat ketimbang virus rabies. Rabies 80 persen ini 100 persen,” kata Eka saat di Kantor Tabanan, Senin (17/2/2020).

Eka menjelaskan, program ini merupakan tindak lanjut dari rapat antisipasi yang telah dilakukan sebelumnya, yakni pada Kamis, 13 Februari 2020.

Dalam rapat tersebut, kata Eka, disepakati bahwa Pemkab akan membantu meringankan beban peternak dan masyarakat Tabanan. Dana pembelian 517 babi telah terkumpul sekitar Rp1,5 miliar.

“Anggarannya cukup besar, namun ini adalah kegiatan yang sangat mengandung karma baik, di samping kita berbagi tetapi juga menabung karma baik membantu peternak di Tabanan untuk bisa tersenyum, khususnya di Hari Raya Galungan ini,” katanya.

Eka mengatakan, inisiatif ini perlu dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jika terulang kasus yang sama. Karena itu, dia meminta OPD terkait untuk cepat bergerak mencegah terjadinya penularan virus ke babi yang ada di Tabanan.

“Jadi untuk ke depannya saya harapkan OPD terkait agar lebih ketat mengawasi menyebarnya virus ini. Dan kita sudah arahkan juga sampai camat hingga kepala desa, jangan sampai ada lagi bibit-bibit dari luar masuk lagi, termasuk penguburannya. Kalau ada babi yang mati jangan sampai dibuang ke sungai, kubur dalam-dalam,” ujarnya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Budana melaporkan, sesuai data di Tabanan tercatat ada lebih dari 550 ekor babi yang mati karena terserang wabah. Dinas telah melakukan langkah-langkah antisipasi sekaligus pembinaan sebagai upaya untuk menekan peredaran virus ini dengan memasukkan anggaran pengadaan disinfektan sebanyak 36 liter.

“Mudah mudahan bisa cair sesegara mungkin,” katanya.


Editor : Reza Yunanto