Pemuka Adat Padangbai Jelaskan Insiden Penolakan Kapal Pembawa Bocah Sakit

Antara ยท Sabtu, 18 April 2020 - 20:45 WIB
Pemuka Adat Padangbai Jelaskan Insiden Penolakan Kapal Pembawa Bocah Sakit
Kapal yang membawa pasien anak dari Nusa Penida bersandar di dermaga rakyat Pelabuhan Banjar Bias, Juamt (17/4/2020). (Foto

KARANGASEM, iNews.id - Sebuah kapal yang mengangkut bocah sakit yang akan dirujuk ke RSUD Klungkung, Bali dilarang menurunkan penumpang di Padangbai. Kapal tersebut baru bisa menurunkan penumpang setelah mendapat bantuan Bupati Klungkung.

Terkait insiden penolakan itu, Bendesa Adat Padangbai, I Komang Nuriada memberi penjelasan. Dia menolak jika warga Padangbai disebut menolak membantu warga yang sakit.

Menurutnya, kapal tersebut datang tiba-tiba tanpa berkoordinasi dengan dermaga padahal saat itu sedang ada pembatasan aktivitas terkait pencegahan Covid-19.

"Sekitar pukul 17.30 Wita, tiba-tiba ada boat cepat langsung merapat di Dermaga Rakyat Padangbai tanpa ada komunikasi ataupun koordinasi terlebih dahulu dengan pihak KSOP Padangbai," katanya, Sabtu (18/4/2020).

Saat itu, kata dia, warga melihat kapal cepat tersebut sandar dan salah seorang penumpang yang memakai pakaian APD lengkap terlihat turun.

Warga kemudian menanyakan kepada orang yang turun itu tentang maksud kedatangannya, dan mengapa semua kru kapal menggunakan APD lengkap seperti sedang menangani pasien Covid-19.

Lalu beberapa menit kemudian datang ambulans dan paramedis yang juga menggunakan APD lengkap di dekat dermaga yang menurut keterangan hendak menjemput pasien di dalam kapal.

"Karena itu, warga Padangbai menanyakan kepada sopir ambulans. Pak, kenapa pasien tidak diturunkan di Kusamba, kan lebih dekat dengan RS Klungkung? Sopir itu menjawab, Kemungkinan di Kusamba ditolak. Maka, warga itu pun jadi khawatir dan meminta agar pasien jangan dulu diturunkan karena perlu standar prosedur kesehatan," katanya.

Akhirnya, warga Padangbai menghubungi Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Padangbai. Setelah ketua Satgas datang dan berkomunikasi, maka perahu diminta agar mengapung dulu sementara karena kondisi saat itu warga merasa resah.

Kemudian Ketua satgas berkoordinasi dengan pihak KSOP dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Pdangbai agar dibantu untuk penanganan pasien sesuai protokol.

Selanjutnya, kata dia, kapal tersebut diarahkan untuk bersandar di pelabuhan feri agar dapat tertangani langsung dengan peralatan dan protokoler yang telah lengkap di Kesehatan Pelabuhan Padangbai.

"Tapi ternyata boat tersebut sudah langsung balik arah dan pergi meninggalkan Pelabuhan Padangbai," katanya.

Berdasarkan kronologi itu, kata dia, warga Padangbai tidak menolak pasien. Dia mengatakan, warga hanya membutuhkan waktu untuk berkoordinasi.

"Karena penanganan Covid-19 perlu sesuai protokol," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah bocah warga Pulau Nusa Penida yang hendak dirujuk ke RSUD Klungkung ditolak turun di Padangbai. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/4/2020) sore sekitar pukul 17.00 Wita.

Pihak keluarga dan tim medis yang mendampingi pasien lalu menghubungi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta untuk membantu evakuasi.

Setelah hampir 1 jam menunggu, Bupati akhirnya mengarahkan kapal untuk menurunkan pasien di dermaga rakyat yang berada di Pelabuhan Banjar Biar, Desa Kusamba.

"Saya turun ke lokasi dan melihat sendiri bagaimana kerja sama masyarakat dengan rasa persaudaraan yang tinggi membantu proses bersandar perahu boat di Pelabuhan Banjar Bias," kata Suwirta dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/4/2020).


Editor : Reza Yunanto