Demam Tinggi, Bocah di Nusa Penida Bali Ditolak Turun di Padangbai

Antara ยท Sabtu, 18 April 2020 - 18:38 WIB
Demam Tinggi, Bocah di Nusa Penida Bali Ditolak Turun di Padangbai
Kapal yang membawa pasien anak dari Nusa Penida bersandar di dermaga rakyat Pelabuhan Banjar Bias, Juamt (17/4/2020). (Foto: Antara)

KLUNGKUNG, iNews.id - Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun di Kepulauan Nusa Penida, Bali mengalami demam tinggi. Saat hendak dirujuk ke rumah sakit, kapal cepat (speedboat) yang membawa bocah tersebut dilarang turun di Padangbai.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/4/2020) sore sekitar pukul 17.00 Wita. Seorang bocah inisial IKD yang sebelumnya dirawat di RS Gema Santi Nusa Penida hendak dirujuk ke RSUD Klungkung.

Rumah sakit memutuskan merujuk pasien tersebut ke RSUD Klungkung lantaran kondisinya demam tinggi, sesak napas dan muntah-muntah tak henti.

Pasien tersebut didampingi ibu dan petugas medis rumah sakit kemudian naik kapal cepat menuju dermaga rakyat di Padangbai, Kabupaten Karangasem.

Sesampai di Padangbai, seorang petugas medis yang memakai baju hazmat dan alat pelindung diri (APD) sesuai protokol Covid-19 turun terlebih dahulu.

Namun, karena melihat petugas medis berpakaian lengkap itu, sebagian warga menolak kapal menurunkan penumpang. Kapal diminta tidak menurunkan penumpang dan mencari dermaga lain untuk berlabuh.

Petugas medis yang mendampingi pasien sempat melakukan negosiasi dengan warga. Namun negosiasi berakhir buntu. Kapal tetap tak diizinkan bersandar dan menurunkan penumpang. Kapal pun akhirnya berbalik arah dan meninggalkan Padangbai.

Pihak rumah sakit dan keluarga lalu menghubungi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta untuk membantu mencari lokasi menurunkan pasien.

Setelah hampir 1 jam menunggu, Bupati Suwirta akhirnya mengarahkan kapal untuk menurunkan pasien di dermaga rakyat yang berada di Pelabuhan Banjar Bias, Desa Kusamba.

Tiba di dermaga tersebut, pasien langsung dievakuasi dari kapal dan dibawa oleh ambulans menuju RSUD Klungkung.

Bupati Suwirta menyaksikan langsung proses evakuasi pasien. Sejumlah warga dan personel TNI ikut menarik kapal hingga mendekat ke daratan.

Atas berhasilnya proses evakuasi itu, Bupati Suwirta menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah membantu.

"Saya turun ke lokasi dan melihat sendiri bagaimana kerja sama masyarakat dengan rasa persaudaraan yang tinggi membantu proses bersandar perahu boat di Pelabuhan Banjar Bias," kata Suwirta dalam ketrangan tertulisnya, Sabtu (18/4/2020)

Usai dievakuasi, bocah tersebut kini dirawat intensif di RSUD Klungkung. Bocah tersebut juga sudah menjalani rapid test Covid-19 dan hasilnya negatif.


Editor : Reza Yunanto