Pemilik Restoran di Jimbaran Bali Ditangkap karena Sajikan Menu Penyu Hijau

Antara · Sabtu, 27 Juni 2020 - 06:31 WIB
Pemilik Restoran di Jimbaran Bali Ditangkap karena Sajikan Menu Penyu Hijau
Barang bukti penyu hijau yang disita Polda Bali dari restoran di Jimbaran. (Foto: Humas Polda Bali)

BADUNG, iNews.id - Polda Bali menangkap pemilik warung makan inisial IWK. Warung makan miliknya di Kabupaten Badung menawarkan menu penyu hijau yang merupakan satwa dilindungi.

"Pemilik warung kita tangkap atas dugaan tindak pidana menyimpan, memiliki, memperniagakan satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang, daging penyu hijau dipotong-potong dalam jumlah besar," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi di Denpasar, Jumat (26/6/2020).

Dia menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari laporan dari masyarakat tentang adanya transaksi jual beli daging penyu hijau dalam jumlah yang besar di sebuah warung makan yang beralamat di Jimbaran, Kuta Selatan Kabupaten Badung.

Daging penyu hijau tersebut diolah menjadi makanan berupa lawar, sate, dan juga memperjualbelikan daging mentah yang sudah dicincang.

Dari hasil penggeledahan ditemukan satu ekor satwa penyu hijau yang sudah dipotong. Kemudian dalam gudang penyimpanan juga ditemukan 12 ekor satwa penyu hijau yang masih hidup, disiapkan untuk dipotong-potong.

"Petugas kami juga menemukan 12 kampil potongan daging penyu hijau dalam keadaan mati yang disimpan dalam pendingin. Jadi kami langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk dilakukan penitipan satwa-satwa tersebut," katanya.

Barang buktinya, berupa 12 ekor satwa penyu hijau yang masih hidup, tujuh potongan tubuh penyu hijau, 20 kampil Daging Penyu yang sudah terpotong-potong, serta alat-alat terkait yang digunakan untuk memotong penyu tersebut.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dikenakan Pasal 21 ayat 2 huruf a dan huruf b jo pasal 40 ayat 2 dan/atau pasal 40 ayat 4 jo Permen LHK Nomor P. 106 tahun 2018.

"Untuk berapa lama sudah dilakukan transaksi ini, masih dalam penyelidikan petugas secara mendalam," katanya.


Editor : Reza Yunanto