get app
inews
Aa Text
Read Next : Banjir Kepung Kawasan Wisata Ubud Bali, Aktivitas Warga dan Wisatawan Terganggu

Pawai Ogoh-Ogoh Dilarang karena Corona, Pemprov Bali Ganti dengan Festival

Selasa, 24 Maret 2020 - 15:55:00 WITA
Pawai Ogoh-Ogoh Dilarang karena Corona, Pemprov Bali Ganti dengan Festival
Parade ogoh-ogoh di Desa Bongkasa, Abiansemal, Badung, Bali, Selasa (24/3/2020). (Foto: iNews/Bagus Alit)

DENPASAR, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membatalkan parade ogoh-ogoh perayaan Hari Nyepi tahun ini untuk mengantisipasi meluasnya penularan virus corona (Covid-19). Sebagai gantinya akan digelar festival ogoh-ogoh berbarengan dengan Hari Jadi Provinsi Bali ke-62 pada Agustus mendatang.

"Mengingat kondisi saat ini sebagai dampak wabah pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat dan Gubernur Bali telah melarang kegiatan keramaian yang mengumpulkan banyak orang," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana di Denpasar, Selasa (24/3/2020).

Dia menuturkan, sebagai gantinya, Pemprov Bali akan menggelar Festival Parade Ogoh-Ogoh se-Bali pada Agustus mendatang. Festival ini untuk mengapresiasi kreativitas dan inovasi generasi muda di Pulau Dewata yang hasil karya ogoh-ogohnya tidak jadi diarak dalam rangkaian Hari Nyepi tahun ini.

Menurut dia, Gubernur Bali Wayan Koster sangat memahami kekecewaan generasi muda dan masyarakat Bali dengan pembatalan parade ogoh-ogoh. Karena itu penyelenggaraan festival ini diputuskan sebagai gantinya.

"Bapak Gubernur mengapresiasi kreativitas dan inovasi karya seni para 'yowana' atau generasi muda di desa adat se-Bali. Apalagi kreasi yang diciptakan secara umum telah menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan tanpa styrofoam yang sesuai dengan Pergub pembatasan timbalan sampah plastik," ucapnya.

Penyelenggaraan Festival/Parade Ogoh-Ogoh se-Bali itu, kata dia, adalah hasil dari diskusi yang dilakukan Gubernur bersama para bupati dan wali kota se-Bali. Juga mendengar masukan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Majelis Desa Adat di Bali.

Dia mengatakan, pengarakan ogoh-ogoh dilaksanakan secara serentak di semua desa adat se-Bali pada Sabtu (8/8/2020) pukul 16.00 Wita hingga selesai.

"Pengarak ogoh-ogoh wajib menggunakan busana adat Bali dan pengarakan ogoh-ogoh dilaksanakan dengan tertib dan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Editor: Reza Yunanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut