Pariwisata Bali Resmi Dibuka untuk Wisatawan Nusantara Hari Ini

Bagus Alit ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 09:18 WIB
Pariwisata Bali Resmi Dibuka untuk Wisatawan Nusantara Hari Ini
Gubernur Wayan Koster dalam Rapat Kordinasi penerapan tatanan kehidupan baru di Bali yang akan dimulai 9 Juli 2020. (Foto: Humas Pemprov Bali)

DENPASAR, iNews.id - Pariwisata Bali resmi dibuka untuk wisatawan nusantara mulai hari ini, Jumat (31/7/2020). Pembukaan sektor pariwisata tahap kedua ini diharapkan mampu membangkitkan perekonomian Bali yang terpuruk akibat dilanda pandemi Covid-19.

"Karena selama ini memang 52 persen lebih perekonomian (Bali) ditopang oleh kepariwisataan. Sehingga dengan pandemi Covid-19 ini praktis pariwisata Bali mengalami kelumpuhan yang berdampak pada sulitnya perekonomian masyarakat," kata Gubernur Bali Wayan Koster saat Deklarasi Program Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru di Nusa Dua, Kamis (30/7/2020) malam.

Deklarasi yang menjadi penanda dibukanya tahap kedua pariwisata Bali untuk wisatawan domestik ini juga dihadiri Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Pariwisata Ekonomoi Kreatif Wishnutama Kusubandio.

Koster menyampaikan, pembukaan pariwisata Bali dibagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama untuk wisatawan lokal Bali yang dibuka mulai 9 Juli lalu. Tahap kedua dibuka untuk wisatawan nusantara atau domestik mulai 31 Juli, dan untuk wisatawan mancanegara pada 11 September mendatang.

Koster berharap pembukaan tahap ketiga nanti menjadi salah satu hal yang dibahas serius pemerintah pusat.

Sebab, kata Koster, semakin lama pariwisata dibuka, maka keadaan perekonomian Bali akan semakin sulit yang menyebabkan dunia kepariwisataan dan pelaku usaha di Bali makin terpuruk

"Kami sangat berharap agar tahapan ketiga atau pembukaan pariwisata untuk wisman bisa dijalankan," ujarnya.

Koster menambahkan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bali memberanikan diri untuk membuka kembali sektor pariwisata secara bertahap, selektif dan terbatas.

Hal tersebut dilakukan dengan semua pihak berkomitmen untuk menerapkan protokol tatanan kehidupan era baru dengan sebaik-baiknya, sehingga pembukaan pariwisata tidak malah menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

"Meskipun aktivitas pariwisata berjalan, tetap Covid-19 bisa ditangani dengan baik. Inilah harapan kita agar jangan sampai pariwisata dibuka tetapi muncul kasus baru," kata Koster.


Editor : Reza Yunanto