Pandemi Covid-19, Bali Kehilangan Pendapatan Rp9,7 Triliun per Bulan

dewi umaryati ยท Rabu, 13 Mei 2020 - 22:15 WIB
Pandemi Covid-19, Bali Kehilangan Pendapatan Rp9,7 Triliun per Bulan
Wagub Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati saat menjadi narasumber dalam dialog di program iNews Bali

DENPASAR, iNews.idPandemi Covid-19 sangat memukul sektor pariwisata Bali. Sejak sektor pariwisata berhenti dan tak lagi ada kunjungan wisatawan, Bali kehilangan pemasukan hingga Rp9,7 triliun per bulan.

Bahkan kondisi ini menjadi yang terparah sepanjang sejarah pariwisata Bali. Hal ini diakui Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardana Sukawati, saat menjadi narasumber dalam dialog di program iNews Bali, Rabu (13/5/2020).

Saat dua kali tragedi kemanusiaan ini terjadi, hanya terjadi di Bali sehingga membuat Indonesia bahkan dunia saling bekerjasama “menolong” Bali, agar pariwisata dan perekonomian masyarakat cepat pulih. Meskipun ada beberapa negara yang mengeluarkan travel warning hingga travel baned.

“Memang terjadi perbedaan yang signifikan saat dua tragedi bom Bali tahun 2002 dan 2005, jika dibandingkan dengan krisis sekarang ini,” kata Cok Ace, panggilan akrab Wakil Gubernur Bali ini.

Sementara di saat ini, pandemi corona tidak hanya menimpa Bali atau Indonesia tetapi dunia. Semuanya terdampak.

“Pesawat sudah tidak boleh terbang, apa yang bisa kita lakukan. Turis sudah nggak bisa datang. Sejumlah hotel tutup meski tidak ada yang meminta tutup, karena sudah tidak ada wisatawan lagi. Kita bisa apa,” kata Tokoh Puri Ubud ini.

Menurut Cok Ace, sampai saat ini masih ada sejumlah wisatawan yang melakukan booking hotel di bulan Juni hingga Juli, karena mereka optimis pandemi ini akan berakhir. “Bookingan masih ada, dan ini membuktikan bahwa pasar masih optimis, tetapi kita akan melihat perkembangan selanjutnya,” kata Cok Ace yang masih menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali ini.

Melihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali dari sektor pariwisata di atas 60 persen, membuat kerugian di sektor ini sangat tinggi, dibanding sektor lain. “Jika dihitung dari rata-rata jumlah kunjungan wisatawan per hari, dikalikan dengan lama tinggal, dan uang yang dibelanjakan, Bali kehilangan transaksi di dunia pariwisata mencapai Rp9,7 triliun per bulan,” kata Wakil Gubernur Bali.

Di tengah terpuruknya sektor pariwista, masih ada para pelaku pariwisata yang memiliki ide kreatif dengan menjalankan pekerjaan lain di masa pandemi seperti usaha kuliner, perkebunan hingga usaha tani.

Wagub Bali Cok Ace optimistis dengan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 65 persen, Bali dapat segera terbebas dari Covid-19 ini. “Jika di akhir Mei, Bali tidak ada penambahan pasien positif Covid menjadi zero, maksimal enam bulan ke depan, pemerintah akan melakukan usaha maksimal untuk recovery pariwisata,” ucap Cok Ace.

Dia juga meminta masyarakat dapat bekerjasama, tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat, dengan selalu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, guna memutus rantai penyebaran Covid-19.


Editor : Dewi Umaryati