Mantan Analis Kredit Bank di Kuta Bali Korupsi Hampir Rp1 M untuk Main Judi Online

dewi umaryati ยท Kamis, 04 Maret 2021 - 05:20:00 WITA
Mantan Analis Kredit Bank di Kuta Bali Korupsi Hampir Rp1 M untuk Main Judi Online
Tersangka korupsi dana nasabah IBGS saat digiring untuk dijebloskan ke Lapas Kerobokan, Rabu (3/3/2021) (Foto : Kejari Badung)

BADUNG, iNews.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung menjebloskan IBGS ke Lapas Kerobokan selama 20 hari atas kasus dugaan korupsi dan penggelapan uang nasabah. Dari hasil pemeriksaan, tersangka diduga melakukan korupsi di bank tempatnya bekerja hampir Rp1 miliar untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan sehari-hari serta bermain judi online

“Menurut pengakuan tersangka kepada penyidik, uang hasil kejahatan digunakan untuk keperluan pribadi, bermain judi online dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Badung Ketut Maha Agung, Rabu (3/3/2021). 

Korupsi ini dilakukan tersangka saat masih bekerja di sebuah bank kantor cabang Kuta, Bali sebagai penerima pengajuan kredit/ analis kredit dan marketing. 

Sejak 2013 sampai 2017, tersangka menggelapkan dana nasabah dengan menyalahgunakan SOP Kredit Usaha Rakyat (KUR).  

Tersangka diduga telah memberikan kredit topengan, yakni apabila debitur yang tercatat pada pembukuan kredit bank tidak ada atau ada tetapi tidak pernah berhubungan langsung dengan bank atau program kredit yang bersangkutan.

Selain itu juga ada pemberian kredit tempilan atau kredit dipergunakan sebagian orang lain. 

“Kejahatan ini terungkap saat ada audit internal di bank tempat tersangka bekerja,” kata Kajari. 

Akibat perbuatan IBGS, penyidik kejaksaan menjerat dengan pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 8 juncto pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 KUHP. 

“Penyelidikan dugaan kasus korupsi di lingkungan perbankan yang merugikan negara ini telah sesuai dengan SOP,” kata Ketut Maha Agung. 

Selama kurang lebih tiga bulan, penyelidikan ini melibatkan para jaksa yang dikoordinatori Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Dewa Arya Lanang Raharja. 

Editor : Dewi Umaryati