Longsor akibat Gempa, Batu Seukuran Mobil Tutup Akses Jalan Warga Kintamani

Ari Wiradarma · Senin, 18 Oktober 2021 - 12:55:00 WITA
Longsor akibat Gempa, Batu Seukuran Mobil Tutup Akses Jalan Warga Kintamani
Batu berukuran besar menutup akses jalan di Kintamani, Bangli, akibat longsor pascagempa magnitudo 4,8 pada Sabtu (16/10/2021) pagi. (Foto: iNews/Ari Wiradarma)

BANGLI, iNews.id - Upaya membuka akses jalan darat di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali yang tertimbun longsor akibat gempa magnitudo 4,8 tak berjalan mulus. Material longsor berukuran besar menutupi jalan.

Pembersihan akses jalan yang tertimbun longsor itu dilakukan ratusan personel TNI. Dari delapan titik longsor, upaya pembersihan material yang menutup jalan pada Senin (18/10/2021) pagi baru sampai di titik keenam. 

Material longsor berupa bebatuan berukuran besar masih menutupi jalan. Bahkan ada yang seukuran mobil. Kendati alat berat telah diturunkan, namun tak mudah menyingkirkan batu berukuran besar tersebut.

"Kendala yang dihadapi karena batu-batunya berukuran besar dan berat, sehingga alat berat tidak mampu," ujar Dandim Bangli Letkol Putu Gede Suwardana.

Alat berat milik TNI AD dikerahkan untuk membersihkan akses jalan yang tertutup longsor di Kintamani, Bangli. (Foto: iNews/Ari Wiradarma)
Alat berat milik TNI AD dikerahkan untuk membersihkan akses jalan yang tertutup longsor di Kintamani, Bangli. (Foto: iNews/Ari Wiradarma)

Dia menjelaskan, untuk titik satu hingga enam telah selesai dibersihkan kendati sempat terjadi longsor susulan. Dengan tuntasnya enam titik longsor ini, akses menuju Desa Abang Songan dan Desa Batu Dinding sudah bisa dilalui.

Titik longsor ketujuh yang akan ditangani adalah lokasi dua korban tewas yakni di Dusun Cemara Landung, Desa Trunyan.

"Targetnya sore ini bisa mulai dikerjakan," ujar Suwardana.

Diberitakan sebelumnya, gempa magnitudo 4,8 yang mengguncang Bali pada Sabtu (16/10/2021) menyebabkan longsor di Bangli. 

Longsor menutup akses jalan darat tiga desa di Kecamatan Kintamani yakni Desa Abang Songan, Desa Batu Dinding, dan Desa Trunyan.

Akibatnya akses jalan tertutup, aktivitas warga menggunakan jalur air melintasi Danau Batur.

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: