Kenapa Bali Satu-satunya Daerah Hindu di Indonesia? Begini Sejarahnya
JAKARTA, iNews.id - Kenapa Bali satu-satunya daerah Hindu di Indonesia? Pertanyaan ini kerap muncul karena perbedaan Bali dengan daerah lain di Indonesia.
Mayoritas daerah atau provinsi di Indonesia dihuni oleh penduduk yang beragama Islam. Beberapa provinsi dihuni oleh mayoritas penduduk beragama Kristen atau Katolik. Hanya Bali satu-satunya daerah dengan penduduk mayoritas Hindu di Indonesia.

Masyarakat Bali mayoritas menganut agama Hindu tak lepas dari sejarah masa lalu, yakni runtuhnya Kerajaan Majapahit pada abad 15.
Dihimpun dari berbagai sumber, setelah Majapahit runtuh, hampir seluruh Nusantara menjadi Islam kecuali beberapa daerah di Indonesia bagian timur yang mayoritas Kristen atau Katolik.
Penduduk Majapahit yang beragama Hindu memilih hijrah ke Bali. Dalam gelombang kepindahan penduduk Majapahit ke Bali itu terdapat dua Brahmana (pendeta) yang ikut serta yakni Danghyang Nirartha dari Daha, Kediri, dan Danghyang Astapaka.
Kedua Brahmana Hindu itu membangun benteng secara niskala untuk melindungi Bali dari serangan luar.
Di sisi lain tidak ada kerajaan Islam yang berniat meluaskan kekuasaan hingga ke Bali. Kerajaan Islam yang kuat di Jawa baru muncul pada abad ke-16 yakni Kerajaan Mataram.
Namun, Mataram lebih sibuk menghadapi Belanda dan kerajaan-kerajaan saingan di Jawa. Hal ini yang membuat kerajaan-kerajaan di Bali seperti Kerajaan Gelgel tetap eksis.
Kendati Bali tetap Hindu, komunitas muslim tetap ada di Pulau Bali. Sejarah mencatat ada upaya penyebaran Islam ke Pulau Bali, namun tidak massif.
Ada satu legenda yang menceritakan bahwa Raja Bali di Kerajaan Gelgel, Dalem Waturenggong dikunjungi oleh kerabat dekatnya dari Jawa yang bernama Dewi Fatimah. Dia mengajak sang raja memeluk Islam.
Dalem Waturenggong setuju untuk masuk Islam asalkan Dewi Fatimah mampu mencabut bulu kakinya, yang berarti tantangan adu kesaktian di antara keduanya.
Dalem Waturenggong menang, dan Dewi Fatimah pun kalah. Dalem Waturenggong tak mengusir Dewi Fatimah. Dia membiarkan Dewi Fatimah dan para pengikutnya yang beragama Islam tetap tinggal di Gelgel. Dari situlah muncul kampung Muslim Gelgel di Klungkung.
Editor: Reza Yunanto