Kematian Tri Nugraha, Pengacara Mengaku Tak Tahu Ada Senpi dalam Tas

Aris Wiyanto ยท Sabtu, 05 September 2020 - 19:06 WITA
Kematian Tri Nugraha, Pengacara Mengaku Tak Tahu Ada Senpi dalam Tas
Polda Bali merilis hasil pemeriksaan Labfor Polri kasus kematian Tri Nugraha. (iNews.id/Aris Wiyanto)

DENPASAR, iNews.id - Polda Bali memeriksa Harmaini Hasibuan, terkait kematian Tri Nugraha. Pengacara Tri Nugraha itu mengaku tak tahu kalau kliennya membawa senjata api (senpi) yang disimpan di dalam tas saat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

"Pengacara menjelaskan dia tidak sempat melihat tas itu, dan dia tidak menduga tas itu ada senpi," kata Kasubdit III Ditreskrimum Polda Bali, AKBP Ranefi Dian Chandra di Denpasar, Sabtu (5/9/2020).

Dia mengatakan, penyidik juga telah bertanya kepada Harmaini terkait tas kecil yang dibawa Tri Nugraha berisi senpi. Terhadap pertanyaan itu, Harmaini pun mengaku tidak pernah tahu kalau kliennya membawa senpi.

"Dia tidak yakin karena dia selama ini tidak tahu kalau yang bersangkutan bawa senjata," katanya.

Tri Nugraha membawa tas kecil yang diduga berisi pistol saat menjalani pemeriksaan di Kejati Bali. (iNews.id/Aris Wiyanto)
Tri Nugraha membawa tas kecil yang diduga berisi pistol saat menjalani pemeriksaan di Kejati Bali. (iNews.id/Aris Wiyanto)

Dari hasil prarekonstruksi sebelumnya, penyidik mendapatkan petunjuk bahwa senpi yang digunakan Tri Nugraha untuk bunuh diri di toilet Kejati Bali berada dalam tas kecil yang dititipkan di loker. Hal itu diperkuat dengan penemuan tas tersebut di dalam toilet bersama dengan senpi yang digunakan untuk menembak dirinya.

"Posisi terakhir tas itu juga ditemukan dalam keadaan setengah terbuka. Kami dapat simpulkan kemungkinan tas itu berisi senjata," ujarnya.

Menurutnya, keterangan saksi-saksi lain yang diperiksa juga menguatkan dugaan itu. Sebelum dibawa untuk menjalani penahanan di LP Kerobokan, Tri Nugraha sempat meminta pengacaranya mengambilkan tas miliknya.

"Dia menyampaikan, 'Bang, sekalian ambil tas saya'," ujarnya.

Atas permintaan itu, pengacara Tri Nugraha kemudian naik ke atas membawa tas selempang dan tas kecil milik mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar itu yang tersimpan di dalam loker.

"Diduga kuat, dari situ lah senjata itu dibawa oleh korban. Dan pengacara sendiri mengakui dia mengambil, dia membawakan tas itu, dan dia juga tidak menduga tas itu berisi senjata," tuturnya.

Polda Bali merilis hasil pemeriksaan Labfor Polri kasus kematian Tri Nugraha. (iNews.id/Aris Wiyanto)
Polda Bali merilis hasil pemeriksaan Labfor Polri kasus kematian Tri Nugraha. (iNews.id/Aris Wiyanto)

Sebelumnya Polda Bali merilis hasil penyelidikan kematian Tri Nugraha. Dari hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor) dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta prarekonstrusi menguatkan dugaan Tri Nugraha tewas karena bunuh diri.

"Berdasarkan hasil olah TKP, prarekonstruksi dan hasil pemeriksaan labfor bahwa diduga kuat Tri Nugraha meninggal dunia karena bunuh diri dengan menggunakan senpi jenis revolver SR-38/357 T11021410095 made in Turki dengan menembakkan ke dada sebelah kiri," ujar Dirkrimum Polda Bali, Kombes Dodi Rahmawan dalam keterangan kepada pers di Mapolda Bali, Jumat (4/9/2020).

Tri Nugraha ditemukan tewas di toilet Kejati Bali usai menjalani pemeriksaan pada Senin (31/8/2020). Dia diduga menembak dirinya sendiri dengan pistol yang dibawa di tas kecil miliknya.


Editor : Reza Yunanto