Kehabisan Bekal di Bali, Bule Perempuan Asal Norwegia Hidup Terlunta-Lunta

dewi umaryati ยท Sabtu, 29 Agustus 2020 - 21:52 WITA
Kehabisan Bekal di Bali, Bule Perempuan Asal Norwegia Hidup Terlunta-Lunta
Ketua LPM Legian, Wayan Puspa Negara saat melihat kondisi wisatawan asal Norwegia bernama Sisilia yang hidup terlunta-lunta selama di Bali, Sabtu (29/8/2020). (Foto: iNews/Dewi Umaryati)

DENPASAR, iNews.id - Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada masyarakat Bali, tetapi wisatawan asing yang terjebak karena tak ada penerbangan ke negara asal. Inilah yang dialami wisatawan asal Norwegia bernama Sisilia.

Perempuan usia 33 tahun ini hidup terlunta-lunta selama di Bali karena kehabisan bekal. Sisilia telah berada di Bali selama enam bulan ini. Namun, dia hanya sanggup membayar penginapan selama tiga bulan pertama. Sisanya, dia hanya berharap belas kasihan dari pemilik penginapan.

Menurut Ketua LPM Legian, Wayan Puspa Negara, wisatawan ini sempat pergi dari penginapan. Namun, dia datang lagi dan akhirnya ditampung pemilik penginapan.

"Pemilik penginapan melapor ke saya karena takut terjadi sesuatu sama wisatawan ini. Selain itu juga, warga juga nggak sanggup harus ngasi makan terus setiap hari karena gaya hidupnya pasti beda," kata Puspa Negara, Sabtu (29/8/2020).

Dia mengaku sudah menghubungi konsulat Norwegia, namun tak bersedia menangani dengan alasan tidak ada anggaran. "Saya sudah menghubungi konsulat, tapi mereka mengatakan nggak punya budget. Ini kan lucu," kata Puspa Negara.

Beruntung ada warga pemilik yayasan perlindungan anak di Denpasar yang bersedia menampung dan memberikan makan setiap harinya.

Puspa Negara mengaku, selama masa pandemi Covid-19, dia sudah banyak menemukan kasus wisatawan asing yang kehabisan bekal.

"Di Bali saat ini masih ada lebih dari 5.000 wisatawan yang saya yakin mereka sudah banyak yang kehabisan bekal. Siapa yang menyangka kalau kondisinya sampai separah ini," katanya.

Perbekalan yang mereka siapkan selama tinggal di Bali untuk beberapa bulan terpaksa harus diperpanjang akibat pandemi Covid-19.

Menurut Puspa Negara, saat ini banyak bule di Bali yang mulai beradaptasi dengan makanan warga lokal. Perubahan pola makan yang kebarat-baratan tak lagi dapat dilakukan di saat perbekalan uang yang terus menipis.

"Di Pantai Kuta itu banyak kita temui bule yang makan bakso, atau malah kadang makan nasi sama telur saja, atau nasi padang," ujarnya.

Puspa Negara juga menyoroti rencana Pemerintah Provinsi Bali yang berencana membuka pariwisata mancanegara Rencana itu tidak sejalan dengan peraturan dari Menkumham yang melarang wisatawan asing masuk Indonesia.

"Seharusnya Bali ini dapat pengecualian karena kita secara penerapan protokol kesehatan pariwisata sudah sangat siap," katanya.


Editor : Maria Christina