Jokowi Ingatkan Ledakan Kasus di Sejumlah Negara Perlu Diwaspadai Daerah dan Pusat

Felldy Utama ยท Senin, 24 Agustus 2020 - 13:31 WITA
Jokowi Ingatkan Ledakan Kasus di Sejumlah Negara Perlu Diwaspadai Daerah dan Pusat
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pengantar rapat terbatas mengenai Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/8/2020).. (Foto: Setpres)

JAKARTA, iNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar daerah maupun pusat mewaspadai ledakan kasus Covid-19 dan tidak kehilangan kendali dalam penanganan. Pasalnya, saat ini ledakan kasus terjadi di sejumlah negara mulai Eropa hingga Asia.

Ledakan kasus Covid-19 tersebut antara lain terjadi di Spanyol, Prancis dan Jerman. Sementara di Asia seperti terlihat di Filipina, Bangladesh, India, dan Iran. Perkembangan ini juga perlu diwaspadai.

“Agar kita tidak kehilangan kendali dalam menangani Covid-19 baik di daerah maupun di pusat,” kata Jokowi saat menyampaikan pengantar rapat terbatas mengenai Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Jokowi meminta kepada Komite Penanganan Covid-19 mengingatkan agar kepala daerah serius menangani pandemi Covid-19. Penanganan itu antara lain mencakup strategi menyeimbangkan gas dan rem ekonomi dengan takaran tepat.

“Agar Komite (Penanganan Covid-19) mengingatkan kembali kepada satgas di daerah, gubernur, bupati, wali kota agar betul-betul serius, kerja keras, dalam rangka penanganan Covid-19,” kata Jokowi.

Kepala negara juga menginstruksikan agar perkembangan penanganan Covid-19 dikoordinasikan lewat satu pintu di Tim Pakar Satgas Covid-19 yang dipimpin Wiku Adisasmito. Koordinasi ini perlu agar tidak semua pihak memberikan informasi yang berbeda-beda.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi kembali menyoroti sosialisasi penggunaan masker yang belum optimal. Sebelumnya pada rapat terbatas 3 Agustus 2020, Jokowi meminta semua kementerian dan instansi pemerintah fokus kampanye penggunaan masker selama dua pekan ke depan. Namun menurutnya hingga saat ini sosialisasi masker belum optimal dilakukan jajaran pemerintah.

"Urusan promosi penggunaan masker belum kelihatan setelah rapat itu (3 Agustus 2020). Baik di media maupun di lapangan dengan bagi-bagi masker, ini perlu diingatkan," ujar Jokowi.

Jokowi kembali mewanti-wanti kementerian dan instansi pemerintah gencar menyosialisasikan penggunaan masker. Mantan wali kota Solo itu menegaskan penggunaan masker merupakan cara paling efektif mencegah penularan covid-19 di masyarakat sebelum vaksin ditemukan.

Selain itu, Jokowi menilai dengan gencarnya sosialisasi penggunaan masker oleh masyarakat akan memberikan efek positif lainnya. Antara lain memberikan efek positif bagi pelaku dunia usaha dan investasi di Indonesia.

"Tolong ajakan menggunakan masker dipercepat karena akan memperkuat confidence di masyarakat, dunia usaha hingga pasar mengenai penanganan apa yang kita lakukan," ucapnya.


Editor : Maria Christina